ECU Jadi Biang Keladi Buruknya Performa di MotoGP 2019, Bos Yamaha Tidak Menampik

Indra Aditya - Rabu, 22 Januari 2020 | 10:00 WIB

Bos Yamaha mengaku timnya kerap kali mengalami kesulitan setelah MotoGP melakukan penyeragaman penggunaan perangkat kontrol elektronik (ECU) (Indra Aditya - )

Baca Juga: Serius Banget! Hadapi Musim MotoGP 2020, Motor Yamaha Bakal Dilengkapi Senjata Baru

"Saya pikir itu adalah titik di mana kami mengambil jalan yang salah dan kami perlahan-lahan mengalami penurunan," kata Lin Jarvis, dilansir dari Speedweek.

Dalam kasus ini, Lin Jarvis justru memuji Honda yang membuat langkah komprehensif dengan merekrut salah satu mantan karyawan Magneti Marelli.

"Saya percaya pendekatan yang mereka (Honda) lakukan sangat terbuka dan komprehensi jika dibandingkan dengan kami," tuturnya lagi.

Tim Honda berhasil merekrut Filippo Tosi yang pernah bekerja di Magneti Marelli dan Ducati sebagai insinyur elektronik mereka.

MotoGP.com
Ilustrasi. Valentino Rossi.

Baca Juga: Sebelum Dimulai, Simak Dulu Nih Apa Saja yang Baru di MotoGP 2020

"Honda mendapatkan Filippo Tosi, dia adalah salah satu orang yang pernah terlibat dalam pengembangan perangkat ini," imbuh pria berkebangsaan Inggris itu.

"Selain itu, mereka juga merekrut orang Italia lainnya yang telah bekerja mengembangkan perangkat lunak ini," pungkas Lin Jarvis.

Baca artikel serupa di (GridOto.com)