Aman Berkendara, Begini Cara Benar Memperlakukan Ban Kendaraan

Parwata - Selasa, 3 Desember 2019 | 11:20 WIB

Ilustrasi pengukuran tekanan angin (Parwata - )

"Pemeriksaan tekanan angin ban sangat penting bagi kendaraan sebelum digunakan dalam aktifitas sehari-hari maupun bepergian jauh. Ban tidak boleh kekurangan tekanan angin atau kelebihan tekanan anginnya," jelas lelaki yang akrab disapa TH.

TH menjelaskan, pemeriksaan bisa dilakukan satu bulan sekali untuk memastikan tekanan angin pada ban, dan lebih baik jika dilakukan dua Minggu sekali.

Tidak hanya tekanan saja sob, namun kebersihan ban juga berpengaruh pada kondisi ban loh.

"Bersihkan kotoran yang menempel pada ban, karena hal itu bisa beresiko pada usia ban terlebih lagi yang menempel adalah batu," ungkapnya.

Baca Juga: Ini Batas Aman Ukuran Tekanan Ban Kurang Udara

"Lalu yang tidak kalah penting nih, harus cek kondisi ban," jelas TH.

Kondisi ban yang dimaksud TH adalah kondisi permukaan ban apakah sudah mulai retak-retak atau masih mulus.

"Selain kondisi ban, pemakaian ban dalam jangka panjang pasti akan membuat ban aus. Anda bisa melihat indikator keausan atau Tread Wear Indicator (TWI) yang ada pada tapak ban untuk hal ini," pungkas TH.

Ban yang aus makin berbahaya juga jika sedang memasuki musim hujan seperti ini sob.

Kendaraan akan licin saat melaju dijalan yang sudah diguyur air hujan.