Pengakuan Sopir Angkot M30: Tak Berniat Tewaskan Asih Dan Tak Pakai Senjata, Hanya Merogoh Pakai Tangan

Irsyaad Wijaya - Selasa, 26 Juni 2018 | 15:00 WIB

Sopir Angkot M30 yang bersekongkol dengan penodong higga tewaskan penumpangnya (Irsyaad Wijaya - )

Dua rekan Erlangga duduk di bangku penumpang paling belakang.

Tugas Erlangga mengendarai angkot dan menghidupkan musik dengan suara keras untuk mengalihkan pandangan penumpang lain yang juga berada di dalam mikrolet.

Saat A dan D beraksi, Asih ketakutan dan melompat. Erlangga sempat menghentikan mobil.

Para penumpang kecuali kedua pelaku, turun dari mikrolet untuk menolong Asih.

Erlangga dan kedua rekannya menginjak gas dan kabur.

(BACA JUGA: Tegas, Sri Sultan Hamengkubuwono X Tolak Jalan Tol di Yogyakarta, Pilih Outer Ring Road)

Asih tewas dengan luka berat di kepala karena terbentur aspal.

Jasad Asih telah dibawa ke kampung halamannya di Subang untuk dimakamkan.

Kapolsek Koja Kompol Effendi mengatakan, para pelaku melakukan aksinya saat penumpang mikrolet sepi.

Para pelaku mengincar korban yang terlihat lemah dan kemudian mengancamnya dengan jumlah pelaku yang lebih banyak.

Erlangga diamankan selang satu jam di kawasan yang tak berada jauh dari lokasi kejadian.

(BACA JUGA: Ditaruh di Dashboard Tanpa Pengawasan, Uang Ratusan Juta Untuk Beli Mobil Raib Dicuri)

"Memang mereka sudah melakukan berulang-ulang. Satu pelaku sudah diamankan, dua lagi DPO (daftar pencarian orang)," ujar Effendi.