Tol Jagorawi Masih Macet di Akhir Pekan

Aditya Maulana - Senin, 11 September 2017 | 08:05 WIB
Sejumlah kendaraan antre di gerbang tol Cibubur Utama, Jakarta Timur, Kamis (7/9). Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono telah mengeluarkan surat keputusan menghilangkan gerbang tol Cibubur dan Cimanggis mulai 8 September 2017, hal tersebut bertujuan untuk mengurai kemacetan pada ruas tol Jakarta, Bogor dan Ciawi (Jagorawi). ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya/aww/17.
ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Sejumlah kendaraan antre di gerbang tol Cibubur Utama, Jakarta Timur, Kamis (7/9). Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono telah mengeluarkan surat keputusan menghilangkan gerbang tol Cibubur dan Cimanggis mulai 8 September 2017, hal tersebut bertujuan untuk mengurai kemacetan pada ruas tol Jakarta, Bogor dan Ciawi (Jagorawi). ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya/aww/17.

Jakarta, Otomania.com - Mulai 8 September 2017, PT Jasa Marga (Persero) Tbk memberlakukan sistem transaksi baru di Tol Jakarta, Bogor, Ciawi (Jagorawi). Kini metode yang diterapkan, yaitu terbuka dan hanya satu kali melakukan pembayaran.

Pengguna mobil dari Jakarta menuju Bogor hanya membayar di setiap pintu keluar, sedangkan arah sebaliknya di masing-masing pintu masuk. Transaksi pengambilan kartu di Gerbang Tol Cibubur Utama, serta pembayaran di Cimanggis Utama ditiadakan.

Alasannya, kedua GT itu memberikan dampak buruk, yaitu macet terutama di jam sibuk dan akhir pekan atau hari libur nasional. Hari pertama penerapan sistem baru itu, Otomania.com langsung merasakan bagaimana kondisi di Tol Jagorawi itu.

Ketika itu Jumat (8/9/2017) sekitar pukul 11.00 WIB dari Jakarta menuju Ciawi. Sama sekali tidak ada macet, baik itu dari arah Jakarta ke Bogor, atau sebaliknya.

Baca juga: Mencoba Tarif Baru Tol Jagorawi

Masih penasaran, esok harinya (Sabtu 9 September 2017), Otomania.com kembali lagi melintas di jalan Tol itu. Sebab, biasanya terjadi kemacetan yang cukup parah kalau akhir pekan.

Gerbang Tol Cibubur Utama pada hari pertama penerapan tarif baru Tol Jagorawi.
Aditya Maulana - Otomania
Gerbang Tol Cibubur Utama pada hari pertama penerapan tarif baru Tol Jagorawi.


Perjalanan dimulai dari Cawang atau KM 1 menuju Bogor, Jawa Barat, sekitar pukul 17.30 WIB. Begitu masuk jalan, volume mobil begitu banyak sehingga sedikit melambat atau kecepatan 30-40 kpj.

Setelah melewati KM 7 hingga GT Cibubur Utama mulai lancar dan mobil bisa melintas dengan kecepatan 70-80 kpj. Lagi-lagi, masih banyak pemilik mobil yang mengira ada transaksi pengambilan kartu di GT Cibubur Utama.

Padahal sudah jelas di atas GT Cibubur Utama tertulis pengumuman "Jalan Terus Tidak Ada Transaksi", belum lagi Jasa Marga sudah melakukan sosialisasi ini sejak beberapa bulan lalu.

Selepas GT Cibubur Utama, kondisi jalan hingga pintu keluar Bogor lancar. Lantas, bagaimana arah sebaliknya (Bogor ke Jakarta)?

Ternyata penyebab utama kemacetan dari arah Bogor ke Jakarta bukan hanya di GT Cimanggis Utama, tetapi GT Pasar Rebo. Pantauan Otomania.com, Sabtu 9 September 2017 pukul 18.10 WIB terjadi kemacetan yang cukup panjang.

Baca juga: Celoteh Pengguna Tol Jagorawi Seputar Tarif Baru

Titik macet setelah GT Cimanggis Utama hingga setelah GT Pasar Rebo. Selain karena volume mobil yang cukup banyak, gardunya kurang banyak, dan juga ada perbaikan jalan setelah GT Pasar Rebo.

Kondisi seperti itu yang membuat Jagorawi arah Jakarta masih macet total dan antreannya cukup panjang. Mungkin ini bisa menjadi bahan pertimbangan buat Jasa Marga, agar pengguna jalan Tol Jagorawi tetap merasakan kenyamanan.

Bisa juga akses atau GT Pasar Rebo diperluas sehingga bisa membuat jalan di sekitar menjadi lancar. Sebab, mobil yang melaju ke arah Pondok Indah, BSD, JORR, harus melakukan transaksi pembayaran di GT tersebut.

Simak video di bawah ini:

Editor : Azwar Ferdian
loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA