Usai Tabrak Pengendara Ojol, Pengemudi Mercy Ini Meninggal Dunia, Mobilnya Nangkring di Taman

M. Adam Samudra,Parwata - Sabtu, 18 Juni 2022 | 10:20 WIB

Mercedes Benz alami kecelakaan di Jakarta Selatan (M. Adam Samudra,Parwata - )

Otomania.com - Usai Tabrak Pengendara Ojol, Pengemudi Mercedes Meninggal Dunia.

Terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua kendaraan berupa mobil sedan dan sebuah motor.

Dalam kecelakaan tersebut mobil sedan, yakni Mercedes-Benz E350 dengan nomor polisi B-309-JEN.

Menabrak pengendara motor ojek online (ojol) di kawasan SCBD, Jakarta Selatan pada Jum'at (17/6/2022).

Pengemudi Mercedes-Benz E350 yang diketahui merupakan pria dengan berinisial RD. Yang dilaporkan meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 07.40 WIB pagi.

"Masih dalam penyelidikan, sementara diduga serangan jantung," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Jamal Alam, Jum'at (17/6/2022).

Menurutnya, kejadian bermula saat Mercedes-Benz E350 berkelir hitam yang dikemudikan RD melaju dari arah Utara menuju Selatan kawasan SCBD.

Setibanya di lampu merah depan Restoran Batik Kuring, pengemudi diduga mengalami sakit di bagian dada.

"Si pengemudi mobil mendadak sakit hingga tidak bisa menguasai kemudi berakibat mengalami kecelakaan lalu lintas menabrak pengendara ojek online," ungkapnya.

Baca Juga: Diduga Halangi Ambulans, Sopir Daihatsu Taft Keburu Viral Duluan, Pengakuannya Malah Enggak Bermaksud Jahat

Adapun kedua korban saat ini sudah dilarikan ke RS AL Mintoharjo, Jakarta Pusat. Sejumlah polisi tampak berada di lokasi, sebagian terlihat mengatur lalu lintas sedangkan yang lainnya mengecek kondisi RD.

Sementara itu, kendaraan yang terlibat kecelakaan telah dievakuasi.

Lantas, langkah apa yang harus dilakukan pengendara ketika sedang dalam perjalanan terkena serangan jantung ?

Jusri Pulubuhu, selaku Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), memberikan penjelasan.

"Sangat sulit yah, harusnya lebih kepada kesadaran diri. Apabila memang sudah lelah jangan paksa terus berkendara, kalau sudah ada gejala-gejala langsung menepi saja," tutur pria yang akrab disapa Jusri.

Lanjut menurut Jusri, orang yang sudah punya riwayat jantung sebaiknya jangan memaksa atau nekat untuk berkendara, baik itu motor ataupun mobil.

Mereka harus ingat, selain berisiko untuk dirinya juga bisa membahayakan bagi pengendara lain.

"Saat terjadi serangan, pengendara mobil dan motor bisa saja langsung jatuh dan kolaps padahal sedang berkendara pada kecepatan yang cukup tinggi, ini sangat fatal," pungkasnya.