5 Tips Agar Tidak Terjebak Macet dari Pemerintah, Mau Mencoba?

Parwata - Jumat, 29 April 2022 | 19:00 WIB

Puncak Arus Mudik di Pelabuhan Merak Diprediksi Malam Ini hingga Pagi(KOMPAS.COM/RASYID RIDHO) (Parwata - )

Waktu 30 menit dipilih pemerintah sebagai langkah agar kepadatan kendaraan yang terparkir hingga bahu jalan tol dapat terurai. Sehingga kendaraan yang mengantre dapat masuk rest area.

2. Makan dan minum tidak di rest area

Selain pergi ke toilet, tentu para pemudik juga ingin makan dan minum di rest area. Meski tidak dilarang, Kemenhub mengimbau pemudik untuk makan dan minum tidak berlarut-larut di rest area.

Kegiatan itu disarankan dilakukan saat perjalanan. Sementara, rest area disarankan hanya sebagai tempat untuk memesan dan membeli makanan dan minuman untuk dibawa pulang.

"Kalau makan dan minum, lebih baik take away deh, kalau mau nongkrong, nongkrong aja sebentar. Tapi setelah itu bawa (makanan) ke mobilnya, nikmati di perjalanan," tutur Adita.

Sekali lagi, langkah ini diambil agar tidak ada kepadatan kendaraan seperti yang terekam di ruas tol Jakarta-Cikampek. Sebab, jika memanfaatkan rest area terlalu lama tentu semakin membuat penumpukan kendaraan yang terparkir.

Padahal ada kendaraan lain yang menunggu untuk dapat masuk ke rest area.

3. Siapkan Saldo E-Tol yang Cukup

Selain rest area, kepadatan juga kerap diakibatkan karena pemudik yang tidak mempersiapkan saldo tol elektronik (e-toll). Hal itu dinilai menjadi salah satu penyebab terhambatnya perjalanan pemudik.

Baca Juga: Bocah SD Ditinggal di Rest Area, Keluarga Pemudik dari Jakarta ke Banyuwangi Enggak Sadar, Kejadiannya Bikin Heran

Bahkan, bisa menyebabkan potensi kemacetan. Karenanya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengimbau para pemudik menyiapkan e-toll yang cukup sebelum berkendara.

"Juga hal-hal kecil seperti bila lewat tol persiapkan saldo tol (elektronik) yang cukup. Karena apa? Hal-hal ini ketika terjadi kecelakaan ataupun karena kurang (saldo) tol ini akan menghambat dan timbulkan potensi kemacetan lalin," terang Ramadhan di Gedung NTMC, Jalan MT Haryono, Jakarta, Kamis.

4. Hindari berhenti di bahu jalan

Kemudian, Ramadhan juga mengingatkan pemudik untuk tidak berhenti di bahu jalan. Berhenti di bahu jalan dinilai menjadi salah satu penyebab kepadatan di ruas tol.

Untuk itu, pemudik diimbau mematuhi aturan lalu lintas sesuai petunjuk petugas yang di lapangan, salah satunya tidak berhenti di bahu jalan.

5. Hindari Berangkat Malam Hari jika ingin ke Pelabuhan Merak

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengimbau pemudik yang akan melalui jalur laut dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni agar berangkat pada siang hari.

Dia menilai, pergerakan di pelabuhan Merak cenderung lebih padat pada malam hari.

"Padahal, siang itu lebih lega, lebih terang pengamanan ada. Jadi dalam kesempatan ini kami juga imbau bagi pemudik yang gunakan kapal ASDP di Merak-Bakauheni," kata Budi ditemui di Gedung Kementerian Perhubungan, Senin (25/4/2022).

Di samping itu, Budi mengungkapkan jika pemudik berangkat pada siang hari, maka pihak PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) disebut bakal menerapkan diskon.

"Apapun kami juga imbau bagi mereka yang akan berangkat dari Merak ke Bakauheni lakukan lebih awal dan gunakan waktu siang hari, karena ASDP akan berikan diskon," ujar dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Puncak Arus Mudik, Perhatikan 5 Imbauan Pemerintah Ini agar Tidak Terjebak Macet