Mobil Matic Gak Kuat Nanjak? Jangan Buru-buru Salahkan Mobil, Coba Teknik Mengemudi Yang Satu Ini

Parwata,F Yosi,Andhika Arthawijaya - Sabtu, 31 Juli 2021 | 09:00 WIB

Saat berkendara di jalan menanjak, pastikan tetap tenang dan rileks (Parwata,F Yosi,Andhika Arthawijaya - )

 

Otomania.comMobil Matic Gak Kuat Nanjak? Jangan Buru-buru Salahkan Mobil, Coba Teknik Mengemudi Yang Satu Ini.

Banyak anggapan mobil bertransmisi automatic performanya tak sebaik mobil manual. Kurang responsif lah, sampai tuduhan tak kuat nanjak.

Dugaan itu tak sepenuhnya salah, meski tak seresponsif mobil manual, tapi kelebihannya kita mendapatkan kenyamanan dan kemudahan berkendara.

Balik ke tuduhan tak kuat nanjak, benarkah? Hemm.. rasanya jika tidak ada masalah pada transmisi atau mesin, mobil matic tetap kuat nanjak.

Kalau gak kuat nanjak, jangan-jangan cara mengemudinya yang kurang tepat. Bagaimana maksudnya?

Baca Juga: Banyak Yang Belum Tahu, Memanaskan Mobil Matic Jangan di Transmisi P, Ini Alasannya

Untuk mengoperasikan transmisi automatic di tanjakan, ternyata butuh teknik tersendiri agar laju kendaraan tetap baik serta transmisinya awet.

Yang paling penting dan harus dipahami adalah, jangan menaklukan tanjakan curam dengan posisi transmisi D.

Disampaikan Agung Pariyana, selaku Kepala Bengkel Mazda Bintaro, Tengsel, beberapa waktu lalu.

“Saat melalui jalan menanjak yang curam, tidak dianjurkan mengoperasikan transmisi matik pada posisi D,” beber Agung Pariyana.

Baca Juga: Sering Dilanggar Saat Parkir, Pindah Tuas D dan R di Mobil Matic Butuh Perlakukan Khusus, Resikonya Girboks Rontok

Sebab, mobil akan cenderung mengalami loss power atau kehilangan tenaga mesin, lanjutnya

“Karena pada posisi D, kecenderungan transmisi matik ini akan melakukan perpindahan gigi secara otomatis berdasarkan putaran mesin,” jelasnya.

Masih menurut Agung, umumnya pengemudi kerap menginjak pedal gas lebih dalam agar mobil mendapatkan tenaga saat terjadi loss power.

“Padahal pada saat itu sistem transmisi atau ECU-nya membaca torsi sudah maksimal. Akibatnya, justru yang ada transmisi akan tetap bertahan di posisi gigi tinggi," bebernya.

"Ini malah berbahaya karena tetap tejadi kehilangan loss power,” tegas Agung.

Dicontohkan oleh Agung, saat melalui jalur Puncak (Bogor) yang kemiringannya sekitar 10 derajat atau bahkan 20 derajat.

Dok. OTOMOTIF
Ilustrasi pindah gigi pada mobil bertransmisi otomatis.

Baca Juga: Misteri Pedal Rem Mobil Matic Jauh Lebih Lebar Dari Pedal Gas Terjawab! Ternyata Ini Alasannya

“Kalau kita menggunakan mobil manual, rata-rata bermain di gigi 1 dan 2, serta dikombinasi rem kaki dan tangan (saat jalan pelan atau macet, red)." ungkapnya

"Nah, berbeda saat menggunakan transmisi matik, kita cukup gunakan D1 atau L dan rem, pada putaran mesin di 1.500-2.000 rpm, yang sangat aman untuk mesin,” sambung Agung.

Kode gigi rendah ini di beberapa mobil berbeda-beda, ada L, L2, 2, D1, D2, dan yang lainnya, tinggal disesuai untuk jalan menanjak yang akan dilalui.

Nah, ketika mobil sudah melaju lebih cepat dan rpm mulai tinggi, tinggal geser tuas tranmisi ke posisi D2 dan seterusnya.

Cara ini akan membuat mobil matic lebih responsif di tanjakan dan mesin juga akan jadi lebih awet.

Baca Juga: Bukan Mitos! Mobil Matic Mogok Jangan Asal Derek, Transmisi Bisa Jebol, Ini Penjelasannya