Street Manners: Hindari Lelah, Ini Yang Harus Dilakukan Sebelum Mengemudi

Parwata,Naufal Shafly - Rabu, 30 Desember 2020 | 08:08 WIB

Ilustrasi Mengemudi dengan KIA Sonet (Parwata,Naufal Shafly - )

Caranya dengan istirahat atau tidur yang cukup sebelumnya, serta menjaga pola makan atau minum sesuai kebutuhan.

"Bisa juga break setiap 2 atau 2,5 jam sekali. Rehat sekitar 15-20 menit disertai peregangan," ujar Andry lagi.

"Lalu pastikan menjaga asupan makanan, jangan makan hingga terlampau kenyang. Tambah vitamin jika memang hendak melakukan perjalanan panjang," tutupnya.

Mana Yang Benar, Tarik Rem Tangan atau Injak Pedal Rem Saat Berhenti di Lampu Merah?

Andhika Arthawijaya/Otomotifnet
Ilustrasi tarik rem tangan

Otomania.com - Mending tarik rem tangan atau injak pedalnya saat macet atau berhenti di lampu merah?

Ada sebagian pengemudi yang memilih untuk menarik tuas rem tangan sangat kondisi jalanan macet.

Namun begitu ada juga yang lebih memilih untuk menginjak pedal rem dalam kondisi berhenti seperti saat di lampu merah.

Nah, dari sudut pandang keselamatan, perilaku mana yang sebenarnya harus dilakukan bagi pengemudi?

Baca Juga: Street Manners : Saat Hujan Deras Harus Nyalakan Lampu Utama atau Lampu Kabut? Ini Yang Benar

Menanggapi hal ini, Andry Berlianto, Praktisi Defensive Riding dan Defensive Driving Indonesia memberikan penjelasannya.

"Kondisional sepertinya karena untuk hal ini masih banyak pro dan kontra.

Karena idealnya rem tangan itu kan sebuah parking brake dan dipakai saat parkir," ucap Andry saat dihubungi pada Selasa (15/12/2020).

Ia menambahkan, pengemudi disarankan menarik tuas rem tangan jika situasi sekitar benar-benar aman, dan durasi berhenti mobil cukup panjang.

Baca Juga: Street Manners: Jangan Anggap Remeh, Ini Bahayanya Lampu Rem Mati

"Salah satu keuntungan menarik rem tangan adalah jika mobil kita tertabrak atau tersundul kendaraan lain, maka kendaraan kita akan diam," kata Andry.

Sebaliknya, Andry menyebut pengemudi tidak perlu menarik tuas rem tangan jika durasi mobil berhenti pendek.

"Tapi pengemudi harus siaga, waspada situasi yang punya potensi ada sundulan dari belakang. Saat tersundul, maka kendaraan akan bergerak maju," tukasnya.

Oke deh, sudah paham ya!