Pelaku Jambret Ngaku Didatangi Korban Dalam Mimpi, Kini Dapat Hadiah Timah Panas dari Polisi

Adi Wira Bhre Anggono - Rabu, 6 Mei 2020 | 12:30 WIB

T, satu pelaku jambret yang tewaskan wanita muda digiring di Mapolres Metro Jakarta Barat, Selasa (5/5/2020). (Adi Wira Bhre Anggono - )

"Tempat kerjanya punya dua kantor cabang, dia jalan dari satu cabang ke kantor cabang satunya. Jaraknya sekitar dua kilometer," kata Amirudin di Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (5/5/2020).

Ketika pelaku merampas handphone Muthia yang diletakkan dibdashboard motor, korban sebenarnya sudah nyaris tiba di kantor.

Baca Juga: Asyik! Honda ADV150 Diskon Rp 2 Juta Lebih, Catat Nih Masa Berlakunya

Tapi perempuan yang tercatat warga RW 07 Kelurahan Bidara Cina itu merubah tujuannya mengejar pelaku ke arah Jalan Kopi.

"Dari lokasi pas handphonenya dijambret itu sebenarnya tinggal belok kanan sudah sampai ke kantor. Tapi karena dia ngejar pelaku belok kiri," ujarnya.

Merujuk keterangan saksi di lokasi kejadian, Amirudin menuturkan Muthia mengejar sampai berhasil menyalip kendaraan pelaku.

Namun pelaku yang saat kejadian mengenakan jaket ojek online dan berperan jadi pengemudi menabrak motor Muthia.

Baca Juga: Sekilas Standar, Modif Suzuki Satria F150 Ini Main Detail, Dilihat Dari Dekat Baru Berdecak Kagum

"Jadi dari belakang ditabrak sama pelaku, keponakan saya dan pelaku ini sama-sama jatuh. Pas jatuh dari belakang ada mobil yang menabrak Muthia," tuturnya.

Oleh pengemudi ojek online, Muthia yang mengalami luka di bagian sekitar kepala dan leher dibawa ke RS Atma Jaya, Jakarta Utara.

Amirudin menyebut Muthia sempat mendapat penanganan medis di RS Atma Jaya sebelum akhirnya menghembuskan nafas.

"Enggak meninggal di lokasi, sekitar 25 menit sampai di RS Atma Jaya baru (meninggal). Di hari itu juga saya buat laporan ke polisi," lanjut Amirudin.

Baca Juga: Pecah Ban Jangan Panik, Ini Nasihat dari Pakar Jika Mengalaminya

Pihak keluarga sebenarnya sempat menolak jasad Muthia diautopsi, namun penyidik Satreskrim Polrestro Jakarta Barat merekomendasikan.

Jasad Muthia diautopsi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat lalu dibawa ke rumah duka di Bidara Cina.

"Tanggal (28/4/2020) dimakamkan di TPU Kebon Nanas, Alhamdulillah pemakamannya lancar. Untuk kasusnya, informasi dari polisi satu pelaku sudah ditangkap," sambung dia.

Sebulan lagi wisuda

Tak ada yang menyangka Muthia Nabila (22), tewas secara mengenaskan akibat luka di bagian sekitar kepala dan leher pada Senin (27/4/2020) siang.

Baca Juga: Pasutri Bule yang Ngamen di Lombok Menjual Motornya, Mereka Akan Dideportasi ke Rusia

Muthia jatuh saat mengejar pelaku jambret yang merampas handphonenya di Jalan Roa Malaka, Kecamatan Tambora lalu tertabrak mobil.

Paman Muthia, Amirudin Hakim (28) mengatakan keponakannya sedang dalam perjalanan menuju kantor yang masih berada di wilayah Tambora.

"Dia kerja sambil kuliah, sudah kerja sekitar enam bulan di kantornya yang sekarang ini. Di ditempatkan di bagian IT (information technology)," kata Amirudin di Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (5/5/2020).

Perempuan yang tercatat warga RT 16/RW 07 Kelurahan Bidara Cina itu tercatat sebagai mahasiswi D3 jurusan IT di LP3I, Senen, Jakarta Pusat.

Baca Juga: Kecelakaan Maut, Bus yang Bawa Pemudik dari Bali ke Jawa Alami Tabrakan, 2 Orang Tewas

Muthia nyaris rampung menempuh pendidikannya karena sedang dalam tahap pembuatan tugas akhir untuk mendapat gelar.

"Sekitar satu bulan lagi (Juni) harusnya wisuda, akhir bulan Mei 2020 ini rencananya sidang skripsi. Sama dosennya pun dia masih bimbingan," ujarnya.

Nahas mimpi anak pertama dari empat bersaudara itu kandas akibat ulah dua pelaku jambret yang aksinya tersorot kamera CCTV.

Muthia meninggalkan sang ibu Anna Musyarrofah (46), ayahnya Tri Ambyah (53), satu adik perempuan, dan dua adik laki-laki.

"Beberapa hari lalu saya dikabari kalau satu pelakunya sudah ketangkap. Pelaku yang dibonceng, kalau yang bawa motor pakai jaket Gojek katanya masih dicari," tuturnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul "TERUNGKAP Jambret di Tambora Dihantui Korban Lewat Mimpi, Minta Ponselnya Dikembalikan".