Saat Bisnis Batu Bara di Kalimantan Lesu, Penjualan Mobil Juga Ikutan Loyo

Indra Aditya - Minggu, 1 Desember 2019 | 19:10 WIB

Ilustrasi. Toyota C-HR Hybrid yang dijual di Auto2000 Balikpapan - Sudirman. (Indra Aditya - )

Otomania.com - Pulau Kalimantan memiliki salah satu komoditas ekonomi yakni batu bara.

Komoditas itu ternyata cukup berpengaruh bagi penjualan sektor otomotif di pulau yang memiliki nama lain 'Borneo' tersebut.

Menurut keterangan Michael Wen, Branch Head Auto2000 Balikpapan MT Haryono, jika bisnis batu bara mengalami peningkatan, maka penjualan mobil pun ikut tumbuh.

Pun demikian jika komoditas tersebut mengalami penurunan bisnis, efeknya akan terasa di sektor otomotif khususnya penjualan mobil.

Baca Juga: Bangga! Mobil, Motor dan Off-road Jadi Satu Paket, Karya Anak Bangsa Nih

"Batu bara kalau kita lihat tahun 2011 kan naiknya sangat luar biasa, mungkin peak sampai 2015. Di wilayah (Kalimantan) lain juga sama, pada saat itu market otomotif, Balikpapan sebulan hampir 800-an unit," kata Michael (27/11/2019).

Ia pun memberi gambaran lebih detail soal cukup bergantungnya market otomotif di Kalimantan terhadap batu bara.

Saat 2015 lalu, bisnis batu bara mengalami penurunan sekitar 50 persen.

"Di tahun 2015, 2016, 2017 itu survival untuk batu bara. Lalu agak mulai naik sedikit di 2018 awal," katanya.

Baca Juga: Petani Bingung Mobil Mewah Masuk Jurang di Kebun Sawit, Jadi Misteri Mayat Hakim Di Dalamnya Korban Kecelakaan Atau Pembunuhan??

"Jadi kalau memang ngandalin batu bara efeknya akan sangat begitu. Fluktuasi cukup besar. Dan batu bara buat Kaltim pengaruhnya gede banget," tutupnya.

Baca artikel serupa di (GridOto.com)