Toyota Bingung Calya-Sigra Dijadikan Armada Taksi, Ini Sisi Positifnya

Indra Aditya - Selasa, 22 Oktober 2019 | 19:30 WIB

Toyota Calya dan Daihatsu Sigra menjadi armada taksi TAXI (Indra Aditya - )

Meski begitu, Soerjo pun coba menanggapi fenomena Calya-Sigra menjadi armada taksi konvensional ini secara positif.

Ada dua faktor yang menurutnya jadi alasan para pengusaha taksi konvensional, memilih duo kembar low cost green car (LCGC) 7-penumpang itu sebagai armadanya.

"Cuma kami lihat sisi positifnya adalah berarti kan Calya secara produk itu sangat diterima oleh costumer," ujarnya.

"Dalam kasus ini kan perusahaan yang menginginkan produk secara operasionalnya sangat sesuai dengan kebutuhan mereka," kata Soerjo lagi.

Baca Juga: Toyota Perkenalkan New Calya di Solo, Dan Yakin Kalahkan Rival Sekelasnya

Kompas Otomotif
Toyota New Calya dijadikan armada taksi

"Seperti apa? fuel eficiency (efisiensi bahan bakar), terus harganya secara initial cost-nya itu bisa diterima sama mereka, jadi enggak membebankan mereka," tutupnya.

Kini, dengan digunakannya Calya sebagai taksi konvensional, bukan tidak mungkin membuat LCGC 7-penumpang tersebut akan semakin ramai di jalanan.

Apalagi, para pegiat taksi online juga sudah lebih dulu menjadikannya sebagai armada untuk mengangkut penumpang.

Artikel ini sudah tayang di Otomotifnet.com dengan judul Calya-Sigra Diborong Dijadikan Armada Taksi, Toyota Masih Bertanya-tanya?