Kalau Dipaksa Bisa Bahaya, Segini Idealnya Durasi Mengemudi Saat Mudik

Indra Aditya - Selasa, 28 Mei 2019 | 10:00 WIB

Driver fatigue (Indra Aditya - )

Otomania.com - Dalam hal keselamatan penumpang, pengemudi mobil punya tugas bertanggung jawab penuh.

Namun tubuh manusia memiliki batas, ketika manusia mengemudi dengan durasi yang lama, tidak hanya otot yang lemas tapi juga hilangnya konsentrasi dan kurangnya refleks.

Sopir harus mengerti keadaan dan kondisi fisik diri sendiri, ketika rasa kantuk dan lelah telah datang sebaiknya segera beristirahat.

Lalu berapakah durasi maksimal atau batas maksimal mengemudi mobil?

Jika merujuk pada UUD pasal 90 UU No.22 tahun 2009 tentang LLAJ, durasi maksimal mengemudi adalah 8 jam untuk mereka para pengemudi, atau bekerja mengemudikan angkutan umum dan barang.

Radityo Herdianto/GridOto.com
Suasana rest area di Tol Trans Jawa

Baca Juga: Gak Tanggung-tanggung, Wahana Sediakan 24 Bus di Mudik Gratis 2019

Penjabarannya, jika Anda mengemudi selama 4 jam maka diharuskan istirahat minimal 30 menit untuk menghindari bahaya microsleep.

Microsleep merupakan fenomena dimana pengemudi kehilangan kesadaran dan tertidur dalam waktu yang singkat, biasanya sekitar 4 sampai 5 detik.

Hal ini sama seperti yang diungkapkan Jusri Palubuhu dari instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), ia mengatakan pengemudi tidak boleh berkendara lebih dari 8 jam sehari.