Pernah Terpuruk Setelah Perang Dunia II, Industri Mobil Jepang Kok Bangkit? Ini Alasannya

Fedrick Wahyu - Rabu, 1 Agustus 2018 | 11:45 WIB

Sepak terjang industri otomotif Jepang setelah bom atom (Fedrick Wahyu - )

Otomania.com - Dua bom atom yang meluluhlantakkan kota Hiroshima dan Nagasaki, bagaikan kiamat untuk Jepang.

Paska Perang Dunia, salah satu negara pemenang Perang Dunia II yaitu Amerika Serikat, pernah merajai industri mobil dunia.

Merek-mereknya seperti Chevrolet, Ford, Cadillac, Chrysler, Dodge, dan Lincoln tersebar di berbagai penjuru dunia.

Di Indonesia, mobil-mobil Amerika pernah populer dan banyak beredar loh.

(BACA JUGA: Konsep Toyota Supra 2019 Sudah Muncul di Australia, Pilihan Mesin Belum Diputuskan)

Bahkan, Mantan Presiden Soekarno dulu punya mobil Cadillac 75 tahun 1964 dengan mesin V8 7.000 cc dengan konsumsi bahan bakar 3-4 km/liter, wah boros banget yah.

Sayangnya, keputusan Amerika untuk memberikan suplai kepada militer Israel dalam perang Arab-Israel pada 1973 bikin negara-negara Arab kesal.

Hingga akhirnya, Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) menjatuhkan embargo penjualan minyak bumi.

GridOto.com/Helmi
Fluktuasi harga minyak dunia berimbas pada Amerika Serikat

Dengan meroketnya harga bahan bakar di Amerika Serikat, pengguna mobil Amerika kesulitan untuk mengisi bahan bakar mobil mereka yang emang terkenal boros banget.

(BACA JUGA: Seru Nih, Harley-Davidson Berencana Bikin Motor 250 CC)