Curhatan Pemilik Honda Civic Turbo yang Overheat Dan Ganti Mesin

Irsyaad Wijaya - Rabu, 31 Januari 2018 | 10:56 WIB

Honda Civic Turbo Hatchback (Irsyaad Wijaya - )

Otomania.com - Civic Turbo yang digadang-gadang jadi salah satu perwakilan produk advance milik Honda ditengarai mengalami masalah. Muncul keluhan dari pengguna di Jakarta yang menyatakan bahwa mobil miliknya mengalami overheat dan ganti mesin.

Kabar ini didapat dari curhatan sang pemilik langsung melalui akun sosial media Facebook yang bernama Eko Agus Sistiaji. Dalam curhatannya Eko mengatakan belinya pada bulan Maret 2017 di diler Honda Prima Kranji Bekasi.

Lalu awal mula sang "Cibo" (panggilan Eko untuk sang Civic Turbonya) mengalami gangguan pada saat dipakai untuk pulang kantor sekitar pukul 20:00 WIB pada (23/11/2017).

Tanpa diduga CiBo mogok di jalan dan dirinya tak mengetahui sebabnya. Tetapi yang pasti mesin mati total. Lalu dibawanya CiBo ke Honda Jatinegara kurang lebih selama dua hari dan didiagnosa mengalami overheat. Masalahnya, Eko tak diberi tahu penyebabnya.

"Bengkel hanya menginformasikan hasil pemeriksaan tanpa dapat menginformasikan penyebabnya, namun ditengarai kemungkinan ada impact dari recall three way joint pada saat service terakhir di Honda Prima Bekasi," Sebut Eko.

(BACA JUGA: Honda Civic Turbo Jadi Mobil Terbaik)

Karena Honda Jatinegara angkat tangan, akhirnya disarankan untuk dibawa kembali ke Honda Prima Kranji Bekasi tempat awal membelinya. Namun, selama 1 minggu lebih tak ada kabar, akhirnya pada (04/12/2017), Eko mengaku mendapat informasi melalui tim service diler yang mengatakan akan membongkar mesin CiBo tapi masih menunggu instruksi dari HPM terlebih dulu.

Karena penasaran, akhirnya Eko mendatangi HPM pada 5 Desember 2017 karena tak kunjung dapat jawaban penyebab mesin overheat dan akan diganti dengan mesin baru.

"Pada tanggal 5 Desember saya datang menemui HPM untuk menanyakan perihal tersebut pun hasilnya tetap sama, saya tidak mendapatkan jawaban," Lanjutnya lagi.

Berselang dua hari tepatnya pada 7 Desember 2017, Eko mendapat informasi kembali jika akan segera dilakukan pembongkaran mesin dan ganti satu unit engine assy.