Motor Retro 175 Cc Kawasaki Laris Manis

Donny Apriliananda - Kamis, 30 November 2017 | 07:05 WIB

Kawasaki W175 usung tema klasik (Donny Apriliananda - )

Otomania.com - Usia baru seumur jagung, sepeda motor retro yang diluncurkan PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI), W175, mendapat respons positif. Pemesanan yang masuk bikin kaget dan melebihi harapan.

Michael Candra Tanadhi, Deputy Head Sales and Promotion Department KMI, berbicara kepada media di sela test ride W175 di Rainbow Hills, Sentul, Bogor, Rabu (29/11/2017), mengaku kaget dengan respons masyarakat sebesar itu.

Nggak nyangka. Angka yang masuk di diler-diler sudah sampai 1.500-an unit. Mungkin karena kami membuka segmen baru di segmen harga Rp 30 jutaan, jadi peminatnya cukup baik,” ucap Michael.

Digambarkan Michael bahwa target setahun seharusnya dipatok 12.000 unit. Atau sama saja sebulan W175 dibidik 1.000 unit. Angka inden 1.500 unit dalam waktu yang belum genap sebulan cukup bikin kuwalahan.

Baca: Kawasaki W175, Motor Sport dengan Desain Klasik

Motor Plus/Eka
Kawasaki W175 retro bike besutan Kawasaki
Produksi sepeda motor retro ini di pabrik KMI di kawasan Cibitung, Bekasi, masih dilakukan untuk memenuhi gelombang pertama inden. Jumlah produksi pad bulan pertama setelah launching 500-an unit, dan bulan kedua (Desember) dipatok mencapai 700-an unit.

Buntut dari pemesanan yang mencapai 1.500-an unit akan terpenuhi lebih lambat. ”Masuknya bisa sampai Januari (2018). Tentu konsumen akan mendapat FIN 2018,” kata Michael.

Sebagai gambaran, Kawasaki W175 diklaim sebagai naked motorcycle retro pertama dan satu-satunya di kelas 175 cc. Sepeda motor ini mengadopsi mesin berkapasitas 177 cc satu silinder. Jantung itu menghasilkan tenaga 12,8 Tk @7.500 rpm, dengan torsi puncak 13,2 Nm @6.000 rpm. Tenaga dari mesin disalurkan ke roda melalui transmisi manual 5 -percepatan.

Hadir dalam dua versi, Kawasaki menyediakan versi standar dengan harga Rp 29,8 juta on the road Jakarta. Sementara versi Special Edition (SE) hadir dengan warna dan grafis autentik serta tambahan perangkat dan aksesori, dipatok Rp 30,8 juta.