Tol Jagorawi Masih Macet, Ini Kata Jasa Marga

Aditya Maulana - Selasa, 12 September 2017 | 13:23 WIB
Sejumlah kendaraan antre di gerbang tol Cibubur Utama, Jakarta Timur, Kamis (7/9). Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono telah mengeluarkan surat keputusan menghilangkan gerbang tol Cibubur dan Cimanggis mulai 8 September 2017, hal tersebut bertujuan untuk mengurai kemacetan pada ruas tol Jakarta, Bogor dan Ciawi (Jagorawi). ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya/aww/17.
ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Sejumlah kendaraan antre di gerbang tol Cibubur Utama, Jakarta Timur, Kamis (7/9). Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono telah mengeluarkan surat keputusan menghilangkan gerbang tol Cibubur dan Cimanggis mulai 8 September 2017, hal tersebut bertujuan untuk mengurai kemacetan pada ruas tol Jakarta, Bogor dan Ciawi (Jagorawi). ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya/aww/17.

Jakarta, Otomania.com - Jalan Tol Jakarta, Bogor, Ciawi (Jagorawi) di akhir pekan masih macet, terutama dari arah Bogor menuju Jakarta. Penyebab utama, yaitu Gerbang Tol (GT) Pasar Rebo yang mengarah ke Jakarta Outer Ring Road (JORR).

Pantauan Otomania.com akhir pekan lalu, macet mulai setelah GT Cimanggis Utama, hingga sehabis GT Pasar Rebo. Selebihnya, kondisi jalan bebas hambatan itu cukup lancar.

Menanggapi hal itu, Subakti Syukur, Direktur Operasional 2 PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengatakan bahwa selama ini wilayah itu memang menjadi biang macet, ke depan berusaha untuk diperbaiki agar arus lalu lintas tetap lancar.

"Mungkin kita akan tambah lagi gardu atau nanti diterapkan kebijakan baru," ucap Subakti saat ditemui Otomania.com, Selasa (12/9/2017).

Baca juga: Tol Jagorawi Masih Macet di Akhir Pekan

Jasa Marga itu sendiri, lanjut Subakti ingin membatasi pergerakan truk besar di semua ruas Tol di Jabodetabek, termasuk Jagorawi. Menurut dia, salah satu penyebab utama macet yang menuju JORR, yaitu truk.

"Kalau truk itu jalannya kan lambat, jadi menghambat pengguna jalan lain, akibatnya menjadi macet. Kita sedang usulkan itu, tetapi keputusannya di tangan pemerintah, semoga saja bisa, minimal pada saat jam sibuk saja," ujar Subakti.

Editor : Azwar Ferdian
loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA