Motor Asal Kota Semarang Akhirnya Tiba di Himalaya

Ignatius Ferdian - Jumat, 12 Oktober 2018 | 17:30 WIB

Gunadi dengan Viar Vortex 250 berangkat ke Himalaya dimulai dari kantor Kemenhub, Jakarta (26/8/201 (Ignatius Ferdian - )

Otomania.com - Motor asal pabrikan kota lumpia, Semarang, Viar Vortex 250, membuat sejarah baru.

Viar Vortex 250 yang dirancang anak Indonesia dengan rider Gunadi mencapai batas Himalaya pada hari Minggu, 7 Oktober 2018 sekitar pukul 12.00 waktu India.

Gunadi mengibarkan bendera merah putih di batas jalan tertinggi pegunungan Himalaya, yakni Khardung La, India.

Mengusung tagline Aksi Keselamatan Jalan, Pelestarian Lingkungan Hidup, Keberhasilan Pembangunan Nasional dan Persahabatan Antar Bangsa.

(BACA JUGA: Ternyata Ini Alasan Sebuah Desa Di Himalaya Jadi 'Tanah Land Rover', Mobil Tahun '50-an Pun Masih Dipakai!)

Istimewa
Viar Vortex 250 menuju puncak Himalaya

Gunadi dengan motor Indonesia telah melakukan perjalanan sejauh 15.000 km.

Start dimulai 26 Agustus silam di kantor Kementerian Perhubungan kemudian melewati Lampung dan Pekanbaru untuk menuju Port Klang Malaysia, Thailand, Myanmar, India, dan terakhir menuju Himalaya.

Gunadi menceritakan perjalanan panjang yang dilalui memang sangat sulit dan tidak mudah termasuk medan yang harus dilalui.

“Tantangan serta kendala saat mulai masuk negara Myanmar, apalagi saat di India yang juga ditambah dengan tipikal masyarakatnya sangat berbeda dengan di Indonesia, syukurnya dari motor yang ditunggangi tidak mengalami kendala apapun walaupun medan jalan dan kondisi suhu sangat berbeda dengan kondisi yang ada di Indonesia” terang Gunadi.

(BACA JUGA: Sadis, Viar Vortex Rakitan Kota Semarang Bakal Diuji Dari Jakarta-Himalaya)

Tak hanya itu, beberapa kali gangguan alam pun seolah menjadi ujian bagi Gunadi.

Seperti yang terjadi di Rohtang dan Keylong yang terus menerus diterjang hujan lebat sehingga mengakibatkan Manali diterjang banjir dan membuat jembatan yang menjadi penghubung antara Kallu dan Manali tidak dapat dilalui kendaraan berat.

Namun Gunadi tetap diperbolehkan melintas setelah mendapat persetujuan dari otoritas setempat.