Begini Cara Dongkrak Harga Motor Lawas yang Mau Dijual

Donny Apriliananda - Rabu, 17 Januari 2018 | 18:30 WIB

Sanex QJ 250 yang sudah dimodifikasi bergaya chooper boober. (Donny Apriliananda - )

Otomania.com - Mencari patokan harga motor lawas itu susah-susah gampang. Seringkali harga jual motor lama sangat murah di pasaran motor bekas, apalagi bila statusnya bukan motor legendaris yang punya penggemar fanatik.

Contohnya, motor merek Jepang yang belum bisa disebut antik, salah satunya Suzuki Thunder 125. Saat ini di pasaran motor bekas, harga Thunder hanya ada di kisaran Rp 2-4 juta. 

Namun, ada solusi untuk meningkatkan harga jual motor lama. Caranya, mengubah bentuknya lewat modifikasi

Sanex QJ 250 milik Radi Muzayin, motor China produksi tahun 2000, tadinya sudah jadi bangkai tak berharga. Bahkan hampir dijual ke tukang loak tak sampai Rp 1 juta.

(Baca Juga: Motor Jadul yang Dibanderol Setara Uang Jajan Anak Sekolah)

Namun setelah diperbaiki dan diubah bentuknya menjadi chooper boober, Radi mengaku sudah banyak yang menawar ingin membeli motornya. Bahkan pernah ada yang berani membayar Rp 35 juta.

"Cuma saya masih sayang. Tidak mau saya jual. Kalau ada yang berani Rp 50 juta mungkin baru mau saya jual," ujar Radi, di Depok, Selasa (16/1/2017). 

Modifikasi motor milik Radi dikerjakan oleh bengkel custom Clacustique yang berada di Tanah Baru, Depok. Menurut sang builder, Maiyudi alias Negro, bila dikerjakan dengan benar, hasil modifikasi terhadap motor lama bisa meningkatkan harga jual. 

Bengkel Custom Clacustique
Sebuah Suzuki Thunder 125 bergaya retro hasil modifikasi bengkel custom Clacustique.

(Baca Juga: Motor Sport Honda Lawas Bikin Geleng-geleng Kepala, Klepnya ada 32)

Contoh lain, sebuah cafe racer dibangun dari Suzuki Thunder 125. Ketika sudah dimodifikasi, harganya bisa mencapai Rp 10 juta. Tentu saja sudah mempertimbangkan biaya modifikasi paling minim sebesar Rp 7 juta.

 "Kalau gaya modif-nya lagi ngetrend dan banyak yang suka, pas ketemu orang yang ngelihat "nafsu", pasti berani bayar mahal," ujar Negro.