Perhatikan Ini Jika Ingin Menyalip Di Jalanan Menanjak & Pegunungan

Irsyaad Wijaya - Sabtu, 30 Desember 2017 | 17:32 WIB

Ilustrasi mendahului ditanjakan (Irsyaad Wijaya - )


Otomania.com – Saat berkendara di jalan umum, pasti kita akan berjumpa dengan banyak kendaraan lain. Apalagi jika dalam perjalanan dengan jarak tempuh panjang, kendaraan yang kita temui pun makin banyak jenisnya.

Tak terkecuali kendaraan seperti bus, truk, atau pikap yang membawa barang bawaan. Keselnya, biasanya kendaraan dengan kondisi full dengan barang bawaan cenderung lelet di jalan, sehingga wajar jika kita ingin mendahuluinya. Tak terkecuali ketika berada di daerah pegunungan, yang punya struktur jalan menanjak.

Namun saat ingin mendahului kendaraan lain, apalagi di jalan menanjak kita wajib waspada ya. Selain itu penting juga untuk mengetahui teknik-tekniknya agar aman.

Marcell Kurniawan, Training Director The Real Driving Center seperti dikutip dari GridOto.com, mengatakan selalu ada potensi bahaya jika sedang mendahului kendaraan lain.

(BACA JUGA: Ada Pelajaran Berharga di Balik Mobil yang Terjun ke Sungai Ini)

“Prinsip utama untuk menyalip adalah pengemudi mesti yakin dulu kondisi yang dihadapinya aman,” tutur Marcell.

Marcell juga menjelaskan apabila kondisi tidak aman, lebih baik urungkan niat dan jangan mendahului kendaraan di depan. Kemudian, jangan menyalip bila mobil mendekati puncak tanjakan atau tikungan dengan blind spot.

“Pasalnya pengemudi tidak bisa melihat dengan jelas kondisi jalan di depannya, usahakan menyalip di ruas jalan yang relatif datar,” ujarnya.

Bila terpaksa meyalip di tanjakan, pastikan pengemudi memiliki waktu dan space ruang yang cukup untuk kembali masuk ke barisan atau jalurnya.

(BACA JUGA: Hindari Kecelekaan, Patuhi Jarak Aman Antar Kendaran Dari Kemenhub)

“Begitu juga jika terpaksa menyalip di turunan, pastikan ada ruang dan waktu cukup untuk kembali ke barisan dan melakukan pengereman yang aman,” tambah Marcell.

“Ingat, gravitasi di turunan membuat mobil melaju lebih cepat dan jarak pengereman bertambah panjang,” imbuhnya.

Karenanya, kita juga wajib memperhitungkan jarak dan kondisi jalanan dari kendaraan lain, yang datang dari arah lawan ketika ingin mendahului.