Kecepatan dan Jarak Aman yang Ideal Saat Mobil Melaju

Irsyaad Wijaya - Sabtu, 30 Desember 2017 | 16:21 WIB

Ilustrasi kendaraan berjalan berurutan dengan jarak aman (Irsyaad Wijaya - )


Otomania.com - Saat musim liburan seperti ini pastinya banyak masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi ataupun rental untuk berlibur bersama keluarga. Selama ini banyak pengemudi masih tidak menjaga jarak aman dengan mobil di depannya, padahal kebiasaan tersebut sangatlah berbahaya.

Pasalnya, jika mobil yang didepan mengerem secara mendadak, kecelakaan bisa terjadi karena tak ada space atau jarak aman antar mobil. Umumnya sebuah kendaraan tak mungkin bisa berhenti secara mendadak, karena mekanisme rem pasti punya jeda dalam menghentikanlaju kendaraan.

Untuk itu, Kementerian Perhubungan melalui akun resmi Instagram @kemenhub151 menginformasikan jarak minimal dan aman antar kendaraan bermotor.

(BACA JUGA: Sigra Penyok Korban Orang Mabuk, Pemiliknya Curhat di Pintu Mobil)

Jarak minimal sendiri merupakan jarak paling dekat yang tak boleh dilanggar antar kendaraan. Itu bertujuan untuk menghindari tabrakan, ketika mobil didepan melakukan pengereman mendadak.

Apalagi ketika melaju di jalanan basah. Menjaga jarak menjadi makin penting, lantaran mengerem di jalan licin butuh waktu lebih lama, dibandingkan dalam kondisi kering. Karena ban tak memiliki traksi cengkraman ke aspal.

Adapun jarak yang disarankan adalah sebagai berikut:

 

. #KawulaModa, Jarak antar kendaraan menjadi salah satu hal yang mesti diwaspadai tiap pengemudi. Terutama saat kondisi jalan licin akibat hujan atau sewaktu kondisi lalu lintas sedang padat. Benturan mendadak antar kendaraan sangat mungkin terjadi karena jarak yang terlalu dekat. Demikian pula ketika menjumpai jalur menanjak. Menjaga jarak antara satu kendaraan dengan lainnya merupakan langkah bijak demi keselamatan perjalanan. . Ada dua macam jarak yang harus diperhatikan, yakni jarak minimal dan jarak aman. Jarak minimal adalah jarak paling dekat yang tidak boleh dilewati antara mobil belakang dengan depannya. Jenis jarak ini belum tentu aman, dan pengemudi harus berhati-hati apabila terjadi pengereman mendadak dari kendaraan di depannya. . Sedangkan jarak aman adalah jarak yang paling disarankan. Terutama, saat melaju di jalanan basah. Pengereman di jalan basah butuh waktu lebih lama dibandingkan pada jalan yang kering. . Berikut adalah infografis tentang jarak minimal dan jarak aman berdasarkan kecepatan mobil, terutama ketika kondisi jalan sedang basah, sebagaimana dirumuskan Korlantas Polri. — #jarakminimal #jarakaman #transportasi #kementerianperhubungan

A post shared by Kemenhub 151 (@kemenhub151) on