"SP" Kedua Ferrari untuk F1

Donny Apriliananda - Kamis, 21 Desember 2017 | 09:05 WIB

Pebalap Ferrari asal Jerman Sebastian Vettel melaju dalam sesi latihan ketiga Formula One Grand Prix di Sirkuit Sepang, Malaysia, Sabtu (30/9/2017). Kemarin, pebalap Ferrari menjadi yang tercepat dalam sesi latihan kedua, meskipun terjadi insiden kecelakaan pebalap tim Haas Romain Grosjean yang menyebabkan sesi latihan tidak bisa dilanjutkan lagi meski masih tersisa 15 menit. (Donny Apriliananda - )

Otomania.com – Presiden Ferrari Sergio Marchionne sudah menebar ancaman bakal keluar dari ajang Formula 1 (F1) setelah 2020. Di acara pra-Natal yang digelar Ferrari belum lama ini, Selasa (19/12/2017), Marchionne kembali mengungkit hal itu.

Masalahnya tetap sama, Marchionne merasa rencana pengembangan regulasi yang diwacanakan pemilik baru F1, Liberty Media, tidak sesuai dengan DNA F1.

Soal itu, Marchionne membidik mantan petinggi Ferrari, Ross Brawn, yang sekarang menjabat sebagai Managing Director manajemen F1.

www.rssportscars.com
Sergio Marchionne (kanan) akan menggantikan Luca di Montezemolo (kiri) menjadi bos Ferrari.

Baca Juga: Pebalap Ini Sudah

Marchionne menganggap orang berpengalaman seperti Brawn tidak seharusnya melawan pengembangan DNA F1. Ferrari tidak tertarik lagi dengan F1 jika semua mobil dibuat sama menggunakan mesin murah dan sederhana seperti NASCAR.

“Kita perlu mencari solusi keseimbangan buat masa depan yang memuaskan semua orang dan saya pikir kita akan melakukannya. Jika sebaliknya, Ferrari akan pergi. Jika mereka skeptis dan berpikir kami menggertak, mereka bermain dengan api,” kata Marchionne via Gazzetta dello Sport.

Saat ini Ferrari menyuplai mesin ke tim Haas dan Sauber. Marchionne juga melempar wacana, bila Ferrari keluar maka dia akan membawa tim lain ke F1, hal itu memungkinkan sebab kebanyakan kontrak tim F1 bakal habis pada 2020.