Chopper Harley-Davidson Jadul dengan Arsiran God Bless

Donny Apriliananda - Senin, 13 November 2017 | 09:19 WIB

H-D Chopper Best of the Best Region Surabaya (Donny Apriliananda - )

Otomania.com - Harley Davidson Shovelhead 1979 garapan Queen Lekha asal Yogyakarta sukses memikat tiga juri utama dalam Suryanation Motorland di Surabaya.

Sepeda motor modifikasi menggunakan mesin H-D jadul itu pun ditahbiskans ebagai Best of the Best Surabaya. Nantinya, motor ini akan diadu lagi untuk memilh The Greatest Bike.

Konsep Chopper dibawa, motor milik Lufti Ardhika, diklaim memiliki detail pengerjaan yang cukup apik pada tiap sektornya sehingga layak bersaing dengan tujuh juara lainnya memperebutkan gelar nasional.

"Pengerjaan kurang lebih enam bulan. Kalau bicara paling lama yang dikerjakan itu soal detailing, dari painting pada bodi dan tangki, sampai mesinnya karena harus  dibuat satu-satu supaya bisa diaplikasikan dan nyaman digunakan," ucap Lufti kepada media di Surabaya, Sabtu (11/11/2017).

Baca: Motor

Lufti bilang, pengecatan pada tangki dilakukan setelah dilapisi krom lebih dulu. Karena itu, pengerjaannya dibutuhkan kesabaran ekstra agar hasilnya sempurna.

Chopper Queen Lekha pemenang dari Surabaya


"Jadi tangki dan bodi itu itu saya krom dulu, setelah itu baru dicat. Memang jadi kesulitan sendiri karena bidangnya jadi licin. Untuk pemilihan warna saya pilih hijau biar beda sama warna lain, ini terinspirasi dari daun-daun jadi kelihatan fresh," ujar Lufti.

Untuk komposisi komponen yang digunakan dari sisi handmade sebanyak 80 persen lebih, sisanya lebih kepenggunaan barang aftermarket. Kesempurnaan tampilan juga terlihat dari aplikasi pelek besar pada bagian depan.

Chopper Queen Lekha Surabaya
Agar tampil beda Lufti menaikkan dimensi dari ring 21 menjadi 23 inci. Arsiran berunsurkan religi juga disematkan melalui ukiran pada bagian atas silinder yang bertuliskan God Bless. Lufti mengatakan ada makna tersendiri dari tulisan tersebut.

"Lebih keungkapan rasa syukur, jadi seperti surat kecil untuk pencipta. Intinya, dalam situasi apapun kita harus bisa tetap bersyukur," kata Lufti