Grup Astra Raup Untung Bersih Rp 6,6 Triliun dari Sektor Otomotif

Donny Apriliananda - Rabu, 1 November 2017 | 16:20 WIB

Produk paling laris untuk pabrikan Toyota (Donny Apriliananda - )

Otomania.com - PT Astra International Tbk merilis laporan keuangan periode Januari sampai September 2017. Secara total pendapatan konsolidasi grup naik 14 persen atau menjadi Rp 150,2 triliun.

Sementara laba bersih total grup mencapai Rp 14,2 triliun atau naik 26 persen. Kontribusi terbesarnya masih dari sektor otomotif mencapai 46,38 persen, dengan laba bersih Rp 6,6 triliun atau naik 10 persen year on year.

Hasil manis pada industri kendaraan bermotor tersebut, utamanya disebabkan oleh kenaikan penjualan mobil dan motor, meskipun terjadinya peningkatan tekanan pemberian diskon di pasar mobil.

Meski masih menjadi penyumbang terbesar grup, tapi porsinya menurun 6,78 persen jika dibandingkan sembilan bulan di 2016. Pada saat itu, kue sektor otomotif dari seluruh laba bersih grup mencapai 53,16 persen.

Setelah otomotif, posisi kedua penyumbang laba besar yaitu sektor alat berat dan pertambangan, dengan total Rp 3,4 triliun atau melonjak 80 persen dibanding 2017. Kemudian di urutan ketiga ada jasa keuangan, mencapai Rp 2,9 triliun.

Mobil, Motor, dan Suku Cadang
Secara nasional jualan mobil tumbuh sekitar 3 persen menjadi 804.000 unit. Sedangkan Grup Astra ada kenaikan 5 persen, dengan total keseluruhan 444.000 unit dan meningkatnya pangsa pasar dari 54 persen menjadi 55 persen. Secara keseluruhan, merek kendaraan yang bergabung di Astra telah meluncurkan sembilan model baru, dan sepuluh model revamped selama Januari-September 2017.

Terkait kendaraan roda dua, jualan PT Astra Honda Motor (AHM) alami growth 2 persen atau menjadi 3,2 juta unit. Itu semakin memperkuat market share AHM menjadi 75 persen, dari sebelumnya 73 persen. Sementara total nasional tidak mengalami perubahan, masih di angka 4,3 juta unit.  

Kemudian beranjak ke PT Astra Otoparts Tbk yang bergerak di bisnis komponen, mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 30 persen menjadi Rp 370 miliar, didukung oleh peningkatan kontribusi dari perusahaan ventura bersama, dan entitas asosiasi yang mencatat kenaikan jumlah penjualan.

“Prospek kinerja hingga akhir tahun ini diperkirakan tetap positif karena penguatan harga komoditas yang terus berlanjut, meskipun ada tantangan dari peningkatan kompetisi di pasar mobil serta bertambahnya provisi kredit pada beberapa aktivitas Grup jasa keuangan,” ujar Prijono Sugiarto, Presiden Direktur Astra International Tbk dalam siaran resminya, Selasa (31/10/2017).