Beda Mobil Murah Suzuki di Jepang dan Indonesia

Donny Apriliananda - Senin, 30 Oktober 2017 | 08:15 WIB

Suzuki Wagon R berstatus Kei Car di Jepang, meskipun punya segudang teknologi kekinian. (Donny Apriliananda - )

Otomania.com – Karimun WagonR di Indonesia sudah identik dengan status mobil murah yang masuk di ranah program low cost and green car (LCGC).

Ketika mobil masuk di ranah itu, konotasinya adalah model standar, harga murah, dan minim fitur.

Tetapi WagonR yang dipasarkan di Jepang beda. Mobil ini justru tampil menarik di Tokyo Motor Show 2017, dan jauh dari kesan murah.

Memang, WagonR di Jepang juga berstatus sebagai mobil murah. Namun, konsep murahnya beda meski sama-sama merupakan program khusus dari pemerintah.

Di Jepang, mobil-mobil seperti WagonR ditawarkan pajak murah, dengan nama Kei Car, tetapi lebih cocok disebut mobil ringan.

Konsepnya lebih kepada mobil yang hemat bahan bakar, berkapasitas mesin 600 cc, punya bobot ringan (salah satu pajak kendaraan di Jepang menghitung bobot kendaraan), tetapi juga wajib aman dalam hal kelengkapan fitur.

Agung K/KompasOtomotif
Desain interir WagonR dibuat sederhana, tetapi tetap mewah, dan modern.

Jadi meskipun berstastus mobil ringan, fiturnya segudang. Suzuki membekali Wagon R dengan mesin R06A, 660 cc, dengan teknologi hibrida ringan, berjuluk Ene-Charge dan sistem pendingin ruangan yang hemat tenaga.

Mengombinasikan mesin konvensional dengan motor listrik dan baterai lithium, Ene-Charge mampu memberikan dorongan tenaga atau memasok kebutuhan komponen elektronik, juga termasuk sistem penyimpanan listrik regeneratif, ketika mengerem.

Pilihan transmisi tersedia manual lima percepatan atau CVT. Singkat kata, teknologi ini membuat WagonR punya rata-rata konsumsi bahan bakar cukup irit, 28,8 kpl.

Bicara tampang, WagonR di Jepang juga jauh dari kata murah. Kesannya malah lumayan berkelas, meskipun tetap boxy bentuk bodinya. Interiornya juga mewah, meski tetap sederhana. Tuas transmisi di dasbor, panel cluster berisi beragam informasi kendaraan ada di bagian tengah konsol, mirip Vios atau lawas.

Bayangkan kalau desain seperti ini diaplikasi buat Karimun WagonR di Indonesia. Kira-kira, konsumen masih tertarik untuk membeli tidak?