Wuling dan Stigma Negatif Merek China

Donny Apriliananda - Selasa, 24 Oktober 2017 | 06:45 WIB

Wuling Confero S test drive Bali 2017. (Donny Apriliananda - )

Otomania.com – Stigma negatif kadang kerap dikaitkan dengan merek China, tak terkecuali mobil. Inilah tantangan buat Wuling di Indonesia. Brand image positif pun terus dibangun untuk mendapat kepercayaan.

Investasi yang ditanamkan hingga 700 juta dollar AS, atau setara Rp 9,4 triliun bukan hal yang main-main. Citra merek dibangun dari sini, dan tentu konyol jika Wuling hanya main-main di Tanah Air.

Beberapa waktu lalu, Wuling Indonesia menyatakan percaya diri, stigma negatif merek China lama-lama hilang. Kalii ini, mereka menceritakan strateginya.

"Kami mengakui, untuk menguatkan merek tidak bisa satu atau dua hari saja. Mendapatkan kepercayaan masyarakat Indonesia butuh tahapan. Istilahnya tidak sekedar membalikkan telapak tangan,” ujar Cindy Cai, Vice President of VSSM Wuling Motors, Sabtu (22/10/2017).

Penguatan merek juga dilakukan dari dalam Wuling sendiri. Cindy menyebut, mereka harus memberikan produk yang terbaik, bersamaan dengan pelayanan yang responsif dan memuaskan konsumen.

“Kami harus membuktikan servis kami yang terbaik buat konsumen. Ketika ada konsumen memiliki problem kami harus cepat merespons, kemudian kasih jawaban cepat yang tentunya memuaskan bagi mereka,” kata Cindy.

Harapannya, urai Cindy, dua sampai tiga tahun ke depan, konsumen Indonesia sudah bisa percaya dengan brand Wuling. "Namun itu semua kembali lagi, hanya waktu yang bisa membuktika," imbuhnya.

Hingga saat ini, Wuling sudah mengoperasikan 45 diler di seluruh Indonesia. Bulan depan akan ditambah tiga jaringan baru lagi. Sampai akhir tahun 2017, target mencapai 50 outlet sudah bisa beroperasi melayani konsumen.