Pertimbangan Cat dan Ketok Pinggir Jalan

Donny Apriliananda - Kamis, 12 Oktober 2017 | 18:00 WIB

Salah satu bengkel cat pinggir jalan yang ada di jalan raya Alu-alu, Rawamangun, Jakarta Timur. (Donny Apriliananda - )

Otomania.com - Dalam kondisi darurat dan mendesak, pilihan memperbaiki bodi dan mengecat mobil di pinggir jalan kerap dilakukan. Tak perlu ke bengkel resmi, dalam sekejap mobil kinclong lagi.

Banyak spesialis atau tukang cat pinggir jalan banyak ditemui di wilayah DKI Jakarta. Paling terkenal, di kawasan Rawamangun, atau di sepanjang jalan Salemba.

Pemilik mobil yang memilih jasa tukang cat pinggir jalan biasanya karena terburu-buru dan paling utama faktor finansial. Sebab, harganya sudah pasti lebih murah ketimbang di bengkel resmi atau spesialis.

Namun, menurut Direktur Teknik Autoglad Gunawan Susilo, ada plus dan minus yang bisa dirasakan oleh pemilik mobil. Positifnya, karena menggunakan cat jenis duco menjadi cepat kering, sehingga prosesnya singkat.

"Jadi buat yang terburu-buru ini sangat cocok, hanya dua atau tiga jam selesai," kata Gunawan di kawasan Pekayon, Bekasi Selatan, belum lama ini.

Sisi negatifnya, menurut dia secara kualitas sudah jelas kurang bagus karena melakukan pengecatan dengan singkat dan dilakukan di area terbuka.

"Potensi debu dan kotoran menempel pada bodi cukup besar, belum lagi kualitas meterial cat yang lama kelamaan pasti cepat pudar. Apalagi jika sering terkena panas dan hujan," ujar Gunawan.