Cerita Kocak Transaksi Tol dengan e-Money

Setyo Adi Nugroho - Selasa, 12 September 2017 | 16:04 WIB

Menuju 100 persen transaksi elektronik jalan tol (Setyo Adi Nugroho - )

Jakarta, Otomania.com - Mulai hari ini, Selasa (12/9/2017), ruas jalan tol dalam kota sudah mulai menerapkan sistem transaksi pembayaran tol non tunai. Pemberlakuan ini diterapkan di seluruh gerbang tol mulai dar Cawang - Tomang - Pluit sampai Sedyatmo.

Bicara mengenai cara pembayaran dengan uang elektronik, banyak kejadian menarik yang kerap terjadi di Gerbang Tol Otomatis (GTO) tempat pembayaran dilakukan. Ini kerap menjadi pemandangan sehari-hari.

Pernah suatu ketika dalam antrian GTO yang cukup panjang seorang pengemudi nampak panik. Saldo di dalam kartunya tidak mencukupi. Tidak habis akal, dirinya meminta bantuan pengemudi di belakangnya untuk membayar terlebih dahulu biaya tol miliknya dan diganti dengan uang tunai.

Nah, disini kadang dimanfaatkan oleh si penolong dengan melebihkan sedikit biaya tol yang dikenakan. "Hitung-hitung dapat lebihan sedikit untuk menambah duit parkir," ucap salah satu pengguna tol yang tak mau disebutkan namanya kepada Otomania.com, belum lama ini.

Baca : Hari Ini Tol Dalam Kota Tidak Terima Pembayaran Tunai

Lebih parahnya lagi ada yang menjadikan cara ini sebagai kebiasaan meski dirinya belum memiliki kartu pembayaran elektronik tersebut. Ikut antri di GTO, begitu gilirannya minta bantuan ke pengemudi belakang dengan alasan saldonya tidak cukup. Memang ada saja ide pengguna jalan tol.

"Kalau lagi buru-buru suka begitu. Habis lebih cepat tapi kartu elektronik ketinggalan," ucap pengguna lain kepada Otomania.com.

KTP

Kejadian lebih unik lagi pernah disaksikan sendiri oleh Otomania.com. Saat itu di gerbang tol Cawang terdapat rombongan pengantin tengah menuju lokasi acara. Rombongan sebanyak lima unit mobil yang berasal dari Karawang tersebut dengan percaya diri masuk ke GTO dengan masing-masing memisahkan diri di lima gerbang.

Kami yang berada di belakang salah satu rombongan tersebut terbelalak ketika melihat pengemudi tersebut akan membayar tol. Bukannya kartu elektronik yang ia keluarkan, tapi Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik. Alamak!

Baca : Tol Jagorawi Masih Macet, Ini Kata Jasa Marga

Rupanya si pengemudi belum tahu fungsi dari GTO. Sialnya lagi bukan hanya pengemudi tersebut yang melakukannya tapi seluruh mobil anggota rombongan. Merasa akan semakin lama, kami memundurkan kendaraan dan mencari gerbang yang kosong.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk sendiri sebelum memberlakukan transaksi elektronik di seluruh ruas jalan di bawah naungannya, tetapi telah mesosialisasikan kebijakan ini hingga ke daerah-daerah. Diharapkan pada saat pemberlakuan hingga seluruh ruas tol akhir bulan nanti, para pengguna tol termasuk yang berasal dari luar kota Jakarta sudah memahami peraturan ini.