Jangan Salah, Pembatasan Motor Hanya Ditunda

Febri Ardani Saragih - Sabtu, 9 September 2017 | 12:02 WIB

Suasana arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (20/4/2016). Pemprov DKI Jakarta pada tahun ini berencana menghapus jalur lambat di Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin untuk digantikan menjadi jalur bus dan memperlebar trotoar demi mengakomodasi pejalan kaki. (Febri Ardani Saragih - )

Jakarta, Otomania.com – Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat sudah memutuskan menunda uji coba pembatasan sepeda motor di Jalan Jenderal Sudirman. Meski begitu, penundaan itu diprediksi tidak akan terlalu lama sebab setelah semua masalah yang menghambat diatasi, kemungkinan uji coba bakal dilakukan tahun depan.

Salah satu kendala yang akhirnya mengarahkan ke penundaan yaitu pembangunan trotoar dan infrastruktur Mass Rapid Transit (MRT). Pembangunan fasilitas kota itu menghambat kinerja Transjakarta yang diharapkan bisa jadi sarana transportasi pengganti buat pesepeda motor.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan pembangunan trotoar bakal selesai pada akhir 2017. Trotoar yang juga jadi ruang hijau itu dipersiapkan untuk Asian Games yang digelar pada Agustus 2018. Sementara pembangunan MRT dijelaskan kemungkinan selesai pada awal 2018.

“Jadi, (uji coba pembatasan motor) paling tertunda sampai tahun depan,” kata Andri kepada Otomania.com, Jumat (8/9/2017).

Baca: Pembatasan Sepeda Motor Ditunda!

Andri juga mengungkap selain ada perbaikan waktu kedatangan antar bus atau headway Transjakarta, pihaknya juga fokus mempersiapkan bus-bus penunjang di jalan alternatif menuju Jalan Jendral Sudirman.

Di luar itu semua, Andri, juga mengatakan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat terkait uji coba yang bakal berujung peraturan itu sangat diperlukan. Tujuannya agar kecenderungan masyarakat pindah ke angkutan umum itu bisa tercapai.