Bentrok Asian Games, Palembang Batal Gelar MXGP 2018

Aditya Maulana - Kamis, 7 September 2017 | 18:47 WIB

Aksi salah satu kroser terbaik Indonesia, Andre Sondakh, pada Kejuaraan IRC Powertrack di Sirkuit Alam Indah Regunung, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pertengahan Desember lalu. Andre tengah bersiap diri untuk tampil di Kejuaraan Motokros MXGP 2017 di Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung (Aditya Maulana - )

Jakarta, Otomania.com - Ajang balap motorcross paling elit di dunia, MXGP yang rencananya akan diselenggarakan di Palembang, Sumatera Selatan pada 2018, harus dibatalkan. Alasan utama, kawasan Jakabaring Sport City dipersiapkan untuk Asian Games 2018.

Alasan itu tertera dalam surat Gubernur Sumsel Alex Noerdin yang disampaikan kepada A Judiarto selaku promotor lokal MXGP. Diterangkan Riduan Tumenggung, utusan khusus Gubernur Sumsel bahwa tiga bulan atau sebelum pelaksanaan Asian Games yang berlangsung di Jakarta dan Palembang, dimulai dari 18 Agustus 2018, bahwa kawasan sport Jakabaring harus steril.

"Sirkuit MXGP terkena dampaknya karena areal seluas 10 hektar tersebut memang berada di kawasan JSC," sebut Riduan, dalam keterangan resmi, Kamis (9/7/2017).

Area yang direncanakan untuk kegiatan kejuaraan dunia motocross itu terdiri dari rawa dengan kedalaman 1,5 - 3 meter. Dibutuhkan ratusan ribu kubik tanah dan waktu pemadatan sekurangnya enam bulan.

Baca juga: Ingat! Malam Ini Pukul 00.00 Tarif Tol Jagorawi Berubah

"Untuk itu, Pak Gubernur menyampaikan permohonan maaf, dan berharap masih diberi kesempatan untuk bisa menggelar MXGP tahun 2019," kata Riduan.

Sementara itu Judiarto selaku perwakilan promotor lokal menanggapi dengan legowo dan lapang dada.

"Sejak awal, kami memang ingin agar seri MXGP bisa digelar di Sumsel. Kami sedikit ngotot, karena adanya MXGP bisa menjadi jembatan untuk menggelar MotoGP di Jakabaring. Dampaknya tentu positif, bisa mendatangkan investor dan wisatawan ke Palembang dan Sumsel," kata Judiarto.