Penurunan Pajak Sedan Bisa Rangsang Pasar

Setyo Adi Nugroho - Kamis, 7 September 2017 | 17:13 WIB

Toyota Corolla Altis transmisi manual hanya ada di Indonesia. (Setyo Adi Nugroho - )

Jakarta, Otomania.com – Sudah menjadi rahasia umum nasib mobil berjenis sedan di pasar Indonesia tidak begitu cemerlang dibanding model lain. Salah satu alasan utama, selain sempit, adalah banderolnya yang relatif mahal, akibat dibebani Pajak Penambahan Nilai atas Barang Mewah (PPnBM) yang besar.

Namun, rencana Kementrian Perindustrian mau menurunkan pajak sedan mendapat sambutan positif dari pebisnis otomotif di Indonesia. Kalau jadi, PPnBM sedan dengan mesin 1.500 cc turun menjadi 10 persen dari sebelumnya 30 persen.

Toyota sebagai salah satu merek dengan beberapa model sedan di Indonesia, berharap kebijakan ini dapat terealisasi. Pasalnya, dianggap mampu menciptakan keuntungan di masa depan.

“Tujuan penurunan pajak ini guna menstimulasi penjualan sedan yang harapan kedepannya untuk industri ekspor juga. Kita inginnya industri lokal terbentuk dan kuat, bukan hanya jadi support domestik market tapi juga ekspor,” ucap Henry Tanoto, Vice President PT Toyota Astra Motor, saat ditemui Selasa, (5/9/2017).

BACA : Siapa yang Untuk Bila Pajak Sedan Turun

Lantas dengan pajak yang sudah diturunkan, penjualan sedan akan meningkat? Henry mengungkapkan secara teori hal tersebut bisa saja terjadi karena dapat bersaing dengan segmen lain seperti MPV dan SUV.

“Tapi seberapa jauh kenaikannya, masih dilihat lebih lanjut. Ini karena segmen sedan selain harga juga tentang respons pasar seperti kondisi jalan dan lain-lain. Saat ini memang paling kuat SUV dan MPV,” ucap Henry.

Saat ini Toyota menawarkan beberapa model sedan untuk konsumen Indonesia. Mulai dari Vios, Corolla Altis, Camry, serta sedan sport Toyota 86.