Indonesia Lamban Sambut Peluang Gelar MotoGP

Aditya Maulana - Kamis, 7 September 2017 | 08:05 WIB

Pebalap Movistar Yamaha MotoGP asal Spanyol, Maverick Vinales (kanan), memacu motor di depan rekan satu timnya, Valentino Rossi, pada balapan GP Jerman di Sachsenring, Minggu (2/7/2017). (Aditya Maulana - )

Jakarta, Otomania.com - Sejak 2015 Dorna Sport sebagai penyelenggara MotoGP, memberikan kesempatan kepada Indonesia untuk menjadi salah satu tuan rumah. Respon dari berbagai pihak cukup bagus, mulai pengelola Sirkuit Sentul, Pemerintah Daerah Palembang, hingga Lombok.

Namun, sampai sekarang tidak dijalani dengan serius. Alhasil, Thailand menyalip dan sudah masuk dalam kalender Dorna sebagai salah satu tuan rumah MotoGP mulai 2018 hingga 2020 di Sirkuit Chang, Buriram.

Melihat kondisi seperti itu, menurut Irawan Sucahyono, Circuit Advisor Sirkuit Sentul kesempatan Indonesia semakin kecil. Dorna tidak mungkin membuka keran kesekian kalinya, karena pemerintah Indonesia sangat lambat memberikan kesimpulan.

"Faktornya banyak sekali, dari segi pariwisata, hingga keseriusan negaranya itu sendiri. Thailand cukup serius dan hasilnya mereka bisa," ujar Irawan saat dihubungi Otomania.com akhir pekan lalu.

Baca juga: Ubah Spesifikasi Mobil Wajib Lapor Asuransi

Irawan berpendapat, jika Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemnpora) tidak serius, sebaiknya diserahkan kepada pihak yang tertarik. Menurut dia, Indonesia memiliki potensi, secara penjualan sepeda motor, dan pariwisata juga bisa diangkat.

"Mungkin dari kementerian mana yang butuh promosi bisa langsung ambil proyek ini. Atau bisa juga produsen otomotif roda dua atau pihak swasta lainnya. Nanti yang bagus tetap nama Indonesia itu sendiri," kata Irawan.

Lantas, ketika Otomania.com bertanya kepada Deputi V Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Gatot S Dewa Broto, tentang Indonesia tidak punya kesempatan lagi, hanya dijawab singkat. "Saya belum tahu," ucap Gatot dalam pesan singkat.