Benarkah Oli Samping Motor 2-Tak Harus Wangi?

Setyo Adi Nugroho - Kamis, 3 Agustus 2017 | 14:45 WIB

Mesin diambil dari Kawasaki H2 3-silinder 2-tak lansiran 1970-an. (Setyo Adi Nugroho - )

Jakarta, Otomania.com – Sepeda motor dua langkah atau 2-tak saat ini sudah tidak lagi diproduksi. Namun pengguna dan penggemarnya masih banyak bersliweran di jalan dengan suara dan asap knalpot yang khas.

Salah satu komponen motor 2-tak yang menjadi perhatian adalah oli samping. Tanpa oli samping, motor dua tak tidak dapat melakukan pembakaran secara sempurna.

Banyak yang masih beranggapan pemilihan oli 2-tak yang baik berasal dari wanginya. Ini jadi bahasan pengguna motor 2-tak hingga saat ini. Apakah benar seperti itu?

“Tidak ada itu. Oli samping wangi semua bisa buat, Cuma tambah pewangi saja,” ucap Herry Hambali, Sales and Marketing Director PT Federal Karyatama, produsen oli Federal beberapa waktu lalu.

Herry mengungkapkan, oli wangi tidak ada hubungannya dengan performa. Bagi pemilik motor yang wajib diperhatikan adalah formulasi serta zat aditif di dalam oli.

Selain itu, penggunaan oli samping dengan wewangian tidak mengurangi jumlah emisi yang dikeluarkan oleh motor 2-tak.

“Dulu Federal punya untuk 2-tak, tapi sekarang tidak ada lagi. Kami mendukung pemerintah untuk lebih go green,” ucap Herry.

Motor 2-tak dulu jadi primadona penggemar sepeda motor di tahun 90-an sampai 2000-an. Nama-nama besar seperti RX King, Ninja, jadi buruan penggemar 2-tak saat ini yang ingin bernostalgia. Sayangnya sejak beberapa tahun lalu motor dua tak dihentikan produksinya untuk memenuhi standar emisi yang dibuat oleh pemerintah.