Bolehkah Menyiram Cakram Panas dengan Air?

Setyo Adi Nugroho - Jumat, 7 Juli 2017 | 09:05 WIB

Rem Cakram pada motor (Setyo Adi Nugroho - )

Jakarta, Otomania.com – Masih ingat pengalaman motor skutik yang mengalami masalah pengereman di jalan menurun beberapa waktu lalu? Akibat penggunaan rem yang berlebihan di jalan menurun rem menjadi tidak berfungsi maksimal hingga membuat skutik tidak terkendali.

Baca : Viral, Skutik Meluncur Tanpa Rem di Turunan

Dari sekian banyak netizen yang mengomentari peristiwa tersebut banyak yang menyarankan apabila merasa rem berkurang fungsinya segera berhenti dan menyiramkan cakram dan rem dengan air. Logikanya, cakram yang panas membuat rem tidak berfungsi sehingga harus didinginkan dengan air.

“Memang benar itu bisa jadi solusi. Tapi baiknya perhatikan kondisi cakram dan perangkat rem terlebih dulu,” ucap Endro Sutarno, Technical Service Division PT Astra Honda Motor (AHM) saat dihubungi Otomania beberapa waktu lalu.

Cakram atau komponen pengereman dalam keadaan sangat panas jika disiram air malah dapat merusak. Disarankan untuk tunggu atau diamkan beberapa waktu agar suhu menurun, setelah itu tidak masalah jika ingin mempercepat pendinginan dengan disiram air.

Air yang digunakan juga harus dipastikan bebas dari kotoran. Jika air mengandung pasir atau kotoran dikhawatirkan dapat menempel di permukaan cakram dan mengganggu kinerjanya.

Solusi menyiram air ke komponen pengereman ini terinspirasi dari supir truk yang melewati turunan dengan membawa beban berat. Sebelum melalui jalan turunan atau tanjakan biasanya mereka memeriksa rem dengan merasakan panas lalu disiram air agar dingin.

“Sebagai pengguna skutik, baiknya jika sudah merasa terlalu banyak turunan atau tahu di depan ada banyak turunan, tidak buru-buru memacu motornya. Berhenti terlebih dulu untuk melakukan pengecekan. Jauh sebelum perjalanan, pastikan rem dalam kondisi prima dengan melakukan perawatan,” ucap Endro.