Ingat Teknik Pengereman Saat Lewat Tol Fungsional

Stanly Ravel - Selasa, 27 Juni 2017 | 15:05 WIB

Kendaraan pemudik melintasi jalan tol darurat Brebes Timur dan Pemalang-Batang di Batang, Jawa Tengah, Kamis (22/6/2017). Mulai Kamis malam ini (22/6/2017) jalan tol darurat Brebes Timur-Pemalang-Batang dibuka selama 24 jam. (Stanly Ravel - )


Jakarta, Otomania.com - Beberapa hari lagi arus balik akan kembali memadati jalur-jalur utama di Pulau Jawa, tak terkecuali tol fungsional. Jalur yang kini berubah menjadi jalan darurat ini akan kembali menjadi medan favorit menuju Jakarta.

Baca : Bawaan Banyak, Tambah Lagi Tekanan Ban

Secara kondisi, bisa dipastikan tidak berubah banyak dengan yang digunakan saat mudik. Jalan bergelombang, debu, dan pasir tetap menjadi pemandangan utama, karena itu, para pemudik yang hendak kembali melewati jalur tersebut wajib ekstra hati-hati.

Training Director Jakarta Defensive Driving Center (JDDC) Jusri Pulubuhu, menjelaskan bahwa hal utama yang harus diperhatikan adalah masalah waktu dan menjaga jarak aman.

"Tol fungsional harus disikapi dengan baik, sebisa mungkin tidak melintas malam hari. Paling utama masalah kecepatan, karena itu pengaruhnya besar dengan kondisi jalan yang bisa dibilang belum layak. Medan berdebu dan pasir bisa membuat cengkraman ban tidak maksimal atau berkurang," kata Jusri saat dihubungi Otomania, Selasa (27/6/2017).

KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Kendaraan pemudik melintasi jalan tol darurat Brebes Timur dan Pemalang-Batang di Batang, Jawa Tengah, Kamis (22/6/2017). Mulai Kamis malam ini (22/6/2017) jalan tol darurat Brebes Timur-Pemalang-Batang dibuka selama 24 jam.

Penetapan kecepatan 40 kpj saat melintas jalan fungsional menurut Jusri sudah tepat, tinggal bagaimana pengendara mengatur ritme antara mobil depan dan di belakang. Hal lain yang tidak kalah penting adalah masalah blind spot, kondisi jalan yang berdebu akan membuat visibilitas berkendara menjadi minim dan jarak pandang yang terbatas.

"Menjaga jarak itu penting terutama saat akan melakukan pengereman. Melakukan pengereman di medan berdebu atau berpasir tidak bisa disamakan dengan jalan aspal karena otomatis jarak pengereman akan makin panjang," papar Jusri.

Baca : Sikap Benar Pengemudi Ketika Disusul Kendaraan Lain

Khusus mobil non ABS (anti-lock braking system), upayakan untuk tidak melakukan pengereman mendadak atau hard braking. Karena saat roda lock-up atau mengunci akan terjadi momen slip dimana kondisi permukaan roda terlepas dari permukaan jalan yang membuat pengendara susah mengendalikan mobil. Namun apabila terpaksa, maka cara melakukan pengereman yang aman untuk mencegah terjadinya slip adalah dengan teknik mengocok.

KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Warga menonton suasana pemudik melintasi jalan tol darurat Brebes Timur dan Pemalang-Batang di Batang, Jawa Tengah, Kamis (22/6/2017). Mulai Kamis malam ini (22/6/2017) jalan tol darurat Brebes Timur-Pemalang-Batang dibuka selama 24 jam.

"Tekait dengan permukaan jalan yang membuat cengkraman roda berkurang, khusus mobil non ABS lakukan teknik squezee atau mengocok. Lepas, kocok, lepas, harus digaris bawahi teknik ini hanya digunakan dalam kondisi darurat pada mobil non ABS dengan tujuan menghindari rem nge-block atau terkunci," ucap Jusri.