BMW Indonesia Tangkis Kesan Murahan G310R

Febri Ardani Saragih - Selasa, 30 Mei 2017 | 08:25 WIB

BMW G310R saat dites KompasOtomotif dan jurnalis lain di kaki Gunung Salak, Bogor. (Febri Ardani Saragih - )

Jakarta, Otomania.com – Kendati statusnya sepeda motor paling murah BMW Motorrad, kelas G310R dikatakan tidak bisa diumpamakan sama dengan Low Cost Green Car (LCGC) yang jadi entry level pada mobil penumpang. G310R tetap punya sebagian kualitas tinggi BMW Motorrad, walaupun diproduksi TVS di India.

CEO BMW Motorrad Indonesia Joe Frans mengakui, G310R memang murah, namun bukan murahan. Dia menjelaskan desain G310R diperhatikan sampai detail. Misalnya, meski sudah disesuaikan kondisi bodi, bobot, dan mesin 313cc, stabilitas dirancang tidak melenceng jauh dari rasa mengendarai model BMW Motorrad lainnya.

Stanly/KompasOtomotif
Sektor kaki-kaki nampak kekar dengan penunjang up sidedow
Pilihan suspensi juga mengisyaratkan kelas premium, yaitu upside down 41mm dan monoshock dengan sudut mengarah tegak di belakang. Takaran lain, fitur ABS (Anti-lock Braking System) jadi pilihan standar.

“Itu di tuas rem dan kopling kalau diperhatikan ada bagian yang ditipiskan, jadi misalnya kalau jatuh dan patah masih bisa dipakai. Spion dan komponen lainnya juga serupa seperti model BMW lain jadi bukan seperti barang murah,” jelas Joe.

BMW Motorrad
BMW G310R yang akan hadir di Indonesia.
Banderol G310R Rp 104 juta –off the road-, jauh lebih terjangkau ketimbang model BMW Motorrad lain yang termurah yakni Rp 400-an juta. G310R memang diciptakan buat menjangkau segmen baru BMW Motorrad di seluruh dunia. Di dalam negeri, G310R tidak punya pesaing sejenis.