Rencana Kerja Pabrik Mitsubishi Indonesia dengan Nissan

Febri Ardani Saragih - Kamis, 27 April 2017 | 08:05 WIB

Presiden Indonesia (batik biru) sedang berbincang bersama Chairman of the Board Mitsubishi Motors Corporation Carlos Ghosn saat keliling pabrik baru Mitsubishi Motors Corporation di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (25/4/2017). (Febri Ardani Saragih - )

Jakarta, Otomania.com – Setelah dua tahun mengalami proses pembangunan, pabrik baru Mitsubishi Motors Corporation di Bekasi, Jawa Barat, akhirnya diresmikan pada Selasa (25/4/2017). Pabrik ini dioperasikan oleh perusahaan baru, Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI).

Pabrik yang menghabiskan dana Rp 7,5 triliun ini berdiri di atas lahan seluas 51 hektar di Kawasan Industri GIIC Deltamas. Pabrik ini merupakan fasilitas terbesar Mitsubishi kedua terbesar di Asia Tenggara setelah Thailand dan bakal menemani pabrik Mitsubishi sebelumnya di Pulo Gadung, Jakarta Utara.

Investasi skala besar ini menyerap total 3.000 tenaga kerja terhitung pada Maret 2018. Dikatakan MMKI hanya ada 100 orang karyawan asal Jepang, sisanya anak bangsa.

Kapasitas pabrik Bekasi mencapai 160.000 unit per tahun, namun bisa dimaksimalkan sampai 240.000 unit per tahun. Seluruh karyawan bakal memproduksi tiga model, pertama Pajero Sport yang dimulai sejak bulan lalu, low MPV Mitsubishi yang belum diresmikan namanya, serta pikap Colt L300.

Pembagian kapasitas produksi, masing-masing 40.000 unit buat Pajero Sport dan L300, serta 80.000 unit buat low MPV. Khusus buat low MPV, 60.000 unit untuk pasar domestik dan 20.000 unit buat ekspor ke negara Asia Tenggara.

Nissan

Tahun lalu, Nissan Motors Company memutuskan membeli 34 persen saham kepemilikan Mitsubishi Motor Corporation (MMC). Langkah itu diambil buat menyelamatkan Mitsubishi yang terpuruk karena kasus kecurangan angka efisiensi bahan bakar di Jepang. Kini Mitsubishi merupakan bagian dari aliansi Nissan-Renault.

Chairman of the Board (MMC) Carlos Ghosn pada acara peresmian pabrik mengatakan Mitsubishi dan Nissan belum lama ini telah menandatangani perjanjian kerja sama logistik. Hal itu untuk memungkinkan kedua pihak memakai suku cadang yang sama.

Strategi itu terkait niatan pabrik Mitubishi di Bekasi memproduksi low MPV Mitsubishi yang mengenakan lambang Nissan. Nantinya bakal ada produk kolaborasi Mitsubishi dengan Nissan di Indonesia, serupa seperti kerja sama Toyota dan Daihatsu.

2019

Saat ini acuan desain low MPV Mitsubishi sudah kelihatan pada XM Concept, versi produksi kelihatannya bakal tampil di Gaikindo Indonesia International Auto Show 2017. Produksi massal low MPV itu di pabrik Bekasi rencananya dilakukan pada September 2017.

CEO Mitsubishi Motors Corporation Osamu Masuko mengungkap kesempatan pabrik Bekasi memproduksi low MPV merek Nissan terjadi pada 2019. Saat itu pabrik siap meningkatkan kapasitas produksi menjadi 240.000 unit per tahun.

Masuko mengatakan dari tambahan 80.000 unit kapasitas, sebesar 40.000 unit ditujukan buat melahirkan model Nissan. Menariknya, Masuko menjelaskan sisa 40.000 unit lagi untuk LCV (low commercial vehicle). Kendati tidak dijelaskan model LCV apa, sepertinya Triton juga bakal diproduksi lokal.