Perhatikan Sorot Lampu Usai Ganti "Shockbreaker"

Febri Ardani Saragih - Selasa, 18 April 2017 | 13:02 WIB

Lampu depan Kawasaki Z125 (Febri Ardani Saragih - )

Jakarta, Otomania.com – Setiap penggantian komponen sepeda motor yang tidak sesuai standar pabrikan pasti ada konsekuensi yang harus dihadapi. Salah satunya pada pemakaian shockbreaker merek aftermarket.

Sering kali pemilik motor lupa, begitu memakai shockbreaker yang beda ukuran dari pabrikan maka sorot lampu depan ikut berubah. Alasannya, sudut pencahayaan berubah karena postur motor juga berubah.

Febri Ardani/otomania
Shockbreaker RTX pada Yamaha NMAX edisi terbatas
Misalnya shockbreaker depan lebih pendek, otomatis sorot lampu jadi menunduk. Begitu pula bila menambah adaptor pada shockbreaker belakang, sorot lampu jadi mendongak. Jika sorot lampu menunduk akibatnya pengendara kehilangan pencahayaan optimal, kalau mendongak bisa menyilaukan pengendara lain.

Menurut Senior Trainer Suzuki Indomobil Sales 2W Joseph A Anthony, Selasa (18/4/2017), sorot lampu depan sudah diatur dari pabrik, namun sering berubah karena pemilik menggunakan shockbreaker aftermarket. Meski begitu, setiap lampu depan motor punya pengaturan sudut secara manual jadi bisa disesuaikan.

Misalnya pada Satria F 150 dan GSX-R 150 yang sudah menggunakan LED, sistem pengaturan naik-turun pencahayaan menggunakan metode putar pakai obeng. Sedangkan pada motor yang memakai lampu biasa, diputar pakai kunci.