Aksesori Motor Berbahaya Seperti Pembodohan Masyarakat

Febri Ardani Saragih - Senin, 6 Maret 2017 | 18:45 WIB

Sarung tangan model tempel yang banyak digunakan wanita (Febri Ardani Saragih - )

Jakarta, Otomania.com – Pasang aksesori biar motor beda tampilan memang menyenangkan, namun biker yang bijak seharusnya jangan pilih yang “aneh-aneh”. Acuannya cuma satu, yaitu keselamatan berkendara buat diri sendiri dan orang lain.

Di pasaran ada banyak aksesori “nyeleneh” dan tidak disarankan untuk dipakai. Misalnya, ban cacing untuk harian, sarung tangan model tempel, strobo, sampai yang tergolong ekstrem seperti dudukan untuk payung.

Masalahnya, aksesori berbahaya banyak penjualnya dan ternyata peminatnya juga ramai. Menurut Jusri Pulubuhu Training Director Jakarta Defensive Driving Center (JDDC), ini seperti pembodohan untuk masyarakat.

“Saya enggak begitu mengerti, mana yang duluan. Ini seperti ‘telur dan ayam”, pengusaha yang menawarkan atau konsumen yang meminta. Tapi harusnya dalam hal ini ada upaya penegakan hukum untuk pembodohan seperti ini,” kata Jusri.

Ghulam/Otomania
Produk ban cacing milik IRC Tire Indonesia, dengan nama Speed King.
Dia mengatakan pengawasan peredaran aksesori yang dianggap membahayakan lemah. Seharusnya ada suatu institusi pengawas yang melakukan pekerjaan seperti itu untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas.

Ghulam/Otomania
Payung sepeda motor asal Cina.

Buat biker disarankan bijak memilih aksesori motor. Jusri mengingatkan dalam setahun ada sekitar 30.000 kasus kecelakaan yang tercatat di Indonesia, sebagian besar melibatkan motor. Jadi, jangan sampai gara-gara pakai aksesori berbahaya bikin kita jadi salah satunya.