Geely Salah Langkah dari Awal di Indonesia

Febri Ardani Saragih - Jumat, 17 Februari 2017 | 14:05 WIB

Geely MK sedan diproduksi di Indonesia pada 2011. (Febri Ardani Saragih - )

Jakarta, Otomania.com – Setelah merek Chery masuk Indonesia pada 2006, muncul lagi wakil China lainnya pada 2010, yaitu Geely. Sama seperti Chery, Geely juga tidak begitu sukses menjalani fase pertamanya.

Geely Mobil Indonesia (GMI) berdiri pada 2010 dengan saham kepemilikan 100 persen oleh Zhejiang Geely Holding Group Co., Ltd. Model bisnis yang dijalani yakni menjual produk rakitan lokal.

“Langsung, dari hari pertama berbisnis model CKD (completely knock down). Langsung menyewa fasilitas Astra, Gaya Motor, langsung kontrak, model sudah ditentukan, karena dia pikir dia bisa,” kata Presiden Direktur GMI Hosea Sanjaya di Jakarta, Minggu (12/2/2017).

Menariknya, menurut cerita Hosea, model produksi lokal sudah ditentukan sebelum GMI diresmikan. Bahkan, dikatakan, pemilihan tanpa melakukan survei pasar lebih dulu. GMI memutuskan melahirkan MK sedan dan MK2 hatchback di dalam negeri.

“Bukan modal nekat, karena mereka merasa bisa membuat itu dan pasar mendukung. Dia buat model setir kanan padahal di China tidak ada. Produksi mulai 2010, lalu 2011 full berjalan,” ungkap Hosea.

Singkat cerita, operasi GMI cuma bertahan selama tiga tahun. Hosea mengatakan permasalahan internal, manajemen yang buruk, dan korupsi, jadi bagian masa kelam GMI.

“Geely bukan perusahaan global tapi dia mau masuk pasar global. Jadi yang dikirim (ke Indonesia) orang-orang yang tidak punya kapasitas. Asal bisa bahasa Inggris dikit, pengalaman tidak cukup, sendi-sendi mengelola perusahaan tidak cukup. Menunjuk diler, menentukan harga, mencari penyuplai, menyewa gudang, tidak tahu,” ucap Hosea.

Pada 2013, GMI diakuisisi oleh perusahaan lokal, Auto Mandiri Group. Sejak saat itu Indonesia menjadi dominan sebab kepemilikan Auto Mandiri Group menjadi 70 persen. Pada fase inilah Hosea ditunjuk sebagai Presiden Direktur GMI.

“Jadi posisi kami 70 persen karena manajemen yang baru Geely mengakui kalau mereka yang lebih besar pasti tidak bisa diatur. Mereka juga cerdas, karena kalau kami berhasil kan beli mobil sama juga sama mereka,” ucap Hosea.

Selain menjadi mengakuisisi GMI, Auto Mandiri Group juga memiliki perusahaan Chery Mobil Indonesia yang berdiri pada 2012. 

Baca: Merek Chery Mengilang Dua kali, Begini Ceritanya ...