Perhatikan Ini Bila Berburu Limbah Moge

Setyo Adi Nugroho - Jumat, 17 Februari 2017 | 09:05 WIB

Kaki moge untuk motor trail dan supermoto (Setyo Adi Nugroho - )

Jakarta, Otomania.com – Dalam modifikasi sepeda motor, penggunaan suku cadang bekas motor besar (moge) menjadi jalan keluar keinginan biker yang ingin tampil beda. Penggunaan limbah moge ini kerap dilakukan, guna mendapatkan bentuk yang berbeda dan kualitas material lebih baik.

“Limbah moge seperti pelek, suspensi, rangka dan lengan ayun biasanya bahannya dari aluminium yang kuat dan ringan. Bagi yang kejar bobot ringan dan bentuk kekar, penggunaan komponen moge ini jadi pilihan,” ucap Anas Choirudin dari Dien’s Bike, Pondok Bambu saat ditemui beberapa waktu lalu.

Bagi biker yang hendak berburu komponen moge ini ada beberapa yang perlu diperhatikan agar tidak kecewa. Maklum, meski berstatus limbah atau barang bekas, harganya masih terbilang mahal.

Untuk bagian lengan ayun misalnya, selain memperhatikan kondisi fisik jangan lupa memperhatikan kelengkapan yang diberikan oleh penjual. Pastikan komponen baut-baut diberikan lengkap.

“Perhatikan baut-bautnya seperti bushing, bearing di poros tengah. Semuanya harus lengkap seperti bawaannya. Kalau sampai tidak lengkap, repot membuatnya karena bahannya khusus dan bisa lebih mahal dana yang dikeluarkan,” ucap Din yang bengkelnya jadi tempat modifikasi model naked bike.

Selain itu, bila di pasaran mendapati dua barang yang sama dengan dua harga yang berbeda, perhatikan kondisi fisiknya. Jangan pernah terpikir memilih yang lebih murah dengan kondisi sedikit kerusakan untuk diperbaiki karena ongkos perbaikan bisa jadi lebih mahal.

“Bila lihat yang satu ada sedikit lecet dan satunya lagi mulus tapi beda harga sampai Rp 2 jutaan, pilih yang mulus. Kondisi spare part bekas tidak ada yang tahu dan jangan pernah terpikir untuk diperbaiki, nanti keluar dananya lebih banyak,” ucap Din.