Biaya Servis Nissan Lebih Murah 25 Persen

Febri Ardani Saragih - Selasa, 14 Februari 2017 | 15:43 WIB

Nissan melakukan recall terkait airbag untuk Livina, Latio, dan Navara. (Febri Ardani Saragih - )

Jakarta, Otomania.com – Nissan Motor Indonesia (NMI) berusaha berada di jalur yang benar dalam membenahi operasi bisnis di dalam negeri. Satu per satu bagian yang jadi kelemahan dibenahi, salah satu langkahnya dari layanan purna jual. Mulai 2017, NMI tidak memungut biaya untuk ongkos jasa perawatan rutin semua model Nissan.

Program itu berlaku untuk mobil-mobil produksi 2017 yang dibeli konsumen. Gratis biaya jasa berlaku selama empat tahun atau sampai angka odometer mobil mencapai 50.000 km.

“Gratis biaya ini sangat berarti, sebab servis itu bisa keluar duit jutaan. Tapi dengan adanya fasilitas ini kami memberikan kemudahan. Secara total, biaya servis bisa turun 25 persen,” jelas Budi Nur Mukmin, GM Marketing Strategy & Product Planning NMI di Jakarta, Senin (12/2/2017).

Program ini membuat biaya kepemilikan mobil Nissan semakin rendah. Tujuannya membuat merek Nissan semakin kompetitif dengan merek Jepang lain yang sudah melakukan hal seperti itu lebih dulu.

Dari tahun ke tahun, volume penjualan NMI selalu turun. Saat ini NMI sedang fokus memperbaiki hal di belakang layar. Harapannya, bisa mengganti persepsi buruk soal merek Nissan, mulai dari harga mahal, suku cadang sukar dicari, harga mobil bekas anjlok, dan layanan purna jual yang kurang baik.