Cara Nissan Jaga Harga "Seken" Stabil

Febri Ardani Saragih - Selasa, 14 Februari 2017 | 15:22 WIB

Ilustrasi Sales nissan (Febri Ardani Saragih - )

Jakarta, Otomania.com – Pihak Nissan Motor Indonesia (NMI) mengakui sendiri, ada sebagian konsumen yang niat membeli mobil Nissan namun akhirnya mundur karena khawatir soal harga jual kondisi bekasnya bakalan ambruk. Perlahan NMI menemukan solusi masalah itu, yakni dengan program Trade in Festival and Test Drive.

Program tukar tambah mobil bekas dengan mobil baru Nissan itu sudah dimulai pada Juni 2016 di tiga kota. Budi Nur Mukmin, GM Marketing Strategy & Product Planning NMI mengatakan cara baru itu berlangsung sukses dan kembali digelar tahun ini dengan skala lebih besar.

“Program ini kami jalankan sebagai jawaban soal kekhawatiran konsumen tentang resale value. Trade in Festival adalah jawaban pasti sekaligus membuat konsumen mendapat keyakinan mobilnya akan bisa terjual cukup mudah dengan harga menarik,” ucap Budi di sela peluncuran New March 2017, di Jakarta, Senin (13/2/2017).

Tahun ini program itu berlangsung selama Januari – Maret 2017 di 60 kota. NMI menerima tawaran jual semua model dan merek. Menariknya, Budi mengatakan, mobil bekas konsumen bakal dihargai lebih mahal Rp 10 juta dari harga pasaran.

Tentu saja hasil penjualan akan digunakan untuk membeli mobil baru Nissan. Berapa besaran uang yang dipakai untuk uang muka dalam skema angsuran tergantung kesepakatan konsumen dengan perusahaan pembiayaan.