Klakson "Telolet" Mulai Sepi Peminat

Aditya Maulana - Sabtu, 7 Januari 2017 | 09:05 WIB

(Aditya Maulana - )

Jakarta, Otomania - Beberapa pekan lalu bunyi klakson "telolet" menjadi viral di media sosial. Bukan di Indonesia saja, melainkan sampai menjamur ke luar negeri.

Namun, sekarang tren meminta bunyi klakson "telolet" pada bus malam di jalan raya itu sudah tidak ramai lagi. Bahkan, imbasnya sampai ke pedagang aksesori mobil yang menjual jenis klakson seperti itu.

"Ketika ramai diberitakan, permintaanya melonjak. Banyak mobil yang pasang. Tetapi, sudah sepekan lebih sepi peminatnya," kata Suryanto pemilik toko aksesori Alif Auto di MGK Kemayoran saat ditemui Otomania, Kamis (5/1/2017).

Pria yang akrab disapa Sur itu melanjutkan, tokonya memang menerima jasa pemasangan klakson. Tetapi, kebanyakan mobil yang pasang minta tombol khusus lagi.

"Jadi tidak menyatu dengan klakson aslinya. Sewaktu-waktu bisa juga dilepas," kata dia.

Bukan hanya Sur, Ratno salah satu pedagang aksesori di tempat sama pun mengatakan hal seperti itu. Ketika trennya naik, sehari bisa memasang dua sampai tiga mobil.

"Kalau sekarang tidak ada lagi. Padahal stoknya masih ada. Harga pasang di toko kami sekitar Ro 300.000 sampai Rp 450.000, tergantung konsumen pilih yang mana," kata Ratno.