Mobil Bekas Matik Lebih Mudah Dijual

Stanly Ravel - Minggu, 4 Desember 2016 | 18:01 WIB

(Stanly Ravel - )


Jakarta, Otomania - Meski memiliki segmen berbeda, tapi secara tren penjualan antara mobil baru dan bekas memiliki kesamaan. Penjualan keduanya tetap didominasi transmisi otomatis.

Herjanto Kosasih, Senior Marketing Manager WTC Mangga Dua, menjelaskan bahwa penjualan mobil bekas (mobkas) matik cukup baik sejak tiga tahun belakang ini.

"Secara keseluruhan sudah mulai dari 2013 orang yang beli mobil bekas mulai cari matik, tiap waktu volume permintaannya tambah tinggi terutama untuk konsumen di kota besar seperti Jakarta," ucap Herjanto kepada Otomania, Rabu (30/11/2016).

Menurut dia, pergeseran ini merupakan hal yang wajar mengingat dominasi mobil baru yang cukup laris juga rata-rata dikuasai transmisi otomatis. Baik dari jenis mobil murah (low cost green car/LCGC), city car, hatchback, MPV, dan SUV.

"Hampir rata-rata mobil baru yang laris itu varian matik, jadi wajar bila penyebaran mobil bekas dengan transmisi matik juga banyak. Untuk mobil manual konsumennya berbeda, rata-rata lebih ke pengguna konvensional atau untuk kebutuhan usaha dan operasional," ucap Herjanto.


Kondisi ini juga dialami Sunanta dari showroom mobkas Dave Car di WTC. Menurutnya, pedangan mobkas saat ini lebih suka membeli mobil matik karena memiliki putaran penjualan yang lebih baik dibandingkan transmisi manual.

"Mobil manual biasanya orang cari dari sisi harga yang lebih murah, umumnya lebih banyak ke konsumen daerah. Mobil matik penjualannya lebih cepat untuk konsumen perkotaan, makanya pedagang lebih suka jual mobil matik," ucap Sunanta.