Pasang Ban Mobil Terbalik, Ada Risikonya

Setyo Adi Nugroho - Rabu, 23 November 2016 | 09:35 WIB

(Setyo Adi Nugroho - )

 

Jakarta, Otomania – Beragam informasi mengenai ban yang digunakan pada kendaraan tertera pada dinding ban. Selain soal ukuran dan jenis, terdapat informasi yang menunjukkan arah rotasi ban yang ditunjukkan dengan tanda panah dengan tulisan “Direction”.

Nah, kadang kala sering didapat satu atau dua ban yang dipasang dengan petunjuk arah terbalik. Biasanya ini terjadi karena pemilik kurang memperhatikan saat pemasangan ban atau saat sedang merotasi ban.

Sebenarnya apakah ada pengaruh bila memasang ban dengan arah terbalik?

Menurut Akhir Anarkimurni, senior tester R&D PT Gajah Tunggal, pemasangan ban dengan arah rotasi terbalik memiliki beberapa resiko. Salah satunya mengurangi fungsi alur pada ban.

Alur pada ban didesain supaya dapat membuang air dan kotoran saat kondisi hujan. Ini artinya ban akan kehilangan daya cengkram saat berjalan di musim hujan seperti saat ini.

“Bila putaran ban terbalik berpengaruh pada pengendalian di kala hujan. Kemungkinan ban tidak mencengkram aspal lebih besar sehingga sulit mengendalikan arah kendaraan. Istilahnya terkena efek Aquaplanning. Ini jelas berbahaya,” ucap Akhir saat dihubungi Otomania, Selasa (22/11/2016).

Selain itu pemasangan ban dengan arah putaran terbalik, juga bisa menimbulkan efek lain saat di jalan kering. Ban akan menimbulkan noise yang mengganggu.

Hal ini terjadi karena traksi menjadi cukup besar sehingga menimbulkan suara saat tapak ban bersentuhan dengan aspal. Akibatnya ban jadi cepat aus atau mengalami kebotakan.

“Pastikan pemasangan ban di mobil sudah sesuai dengan syarat yang ditentukan pabrikan ban. Ini agar ban dapat bekerja maksimal saat digunakan,” ucap Akhir.