Begini Cara Efektif Uji Irit BBM

Aditya Maulana - Selasa, 8 November 2016 | 14:23 WIB

(Aditya Maulana - )

Jakarta, Otomania - Metode dalam melakukan pengujian konsumsi bahan bakar minyak (BBM) pada kendaraan ada banyak cara. Namun, paling sering digunakan, yaitu full to full  dan melihat angka di Multi Information Display (MID).

Seperti halnya PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) yang baru saja mengumumkan hasil konsumsi BBM New Mirage. Diuji oleh Lembaga Teknologi Fakuktas Teknik (Lemtek) Universitas Indonesia (UI) hasilnya 24,2 kpl (manual), dan 22 kpl (matik).

Metode yang digunakan Lemtek UI ketika menguji konsumsi BBM New Mirage, yaitu full to full. Cara tersebut mengacu pada standar SAE J1082-200802. Lantas, lebih akurat mana pakai full to full atau melihat angka di MID?

Baca: Bukti Mitsubishi New Mirage Tak "Doyan Minum" Bensin

"Bedanya sangat tipis sekali, kami pernah mengujinya pakai full to full dan melihat MID. Tetapi, jika ingin akurat pakai metode full to full," ujar Prof Dr Ir Bambang Sugiarto, M.Eng, Direktur Lemtek UI di kantor pusat KTB, di Pulomas, Jakarta Timur, Senin (7/11/2016).

Bambang menjelaskan, metode dengan mengisi BBM penuh itu bisa dipertanggung jawabkan. Sebab, lebih scientific, dan alamiah.

"Terkadang jika perpatokan dengan MID ada yang error. Jadi yang bisa dipertanggung jawabkan hanya metode full to full," kata Bambang.

Proses pengisian full to full dilakukan dengan mengisi BBM hingga penuh. Guna memastikan tidak ada udara yang terperangkap, maka tangki ditunggu selama 30-60 menit.

Setelah sampai di tempat yang jarak tempuhnya sudah ditentukan, maka dilakukan proses cooling down selama beberapa jam, fungsinya untuk membiarkan BBM yang ada di dalam tangki menjadi stabil. Selisih antara awal dan akhir merupakan nilai besaran konsumsi BBM mobil tersebut.