Jangan Kampungan, Matikan Mesin Mobil Saat Isi Bensin

Aditya Maulana - Senin, 31 Oktober 2016 | 12:09 WIB

(Aditya Maulana - )

Jakarta, Otomania - Perilaku pengguna mobil ketika mengisi bensin (Bahan Bakar Minyak/BBM) berbeda-beda. Terkadang, tanpa disadari ada yang bisa membahayakan bagi dirinya sendiri, hingga orang di sekitarnya.

Salah satu contoh yang sering terjadi yaitu, tidak mematikan mesin ketika proses pengisian bensin. Lantas, sebaiknya mesin tetap dalam kondisi menyala atau mati?

Menurut Dadi Hendriadi, General Manager Technical Service PT Toyota Astra Motor (TAM), sebaiknya tetap dimatikan baik mobil bermesin bensin atau diesel.

"Untuk mesin bensin, karena mudah menguap dan uap tersebutlah yang mudah terbakar," ujar Dadi kepada Otomania melalui pesan singkat, Minggu (30/10/2016) sore.

Dijelaskan Dadi, ketika proses pengisian bahan bakar ke tangki, pasti ada sebagian yang menguap ke luar udara. Faktor lain, mobil mesin bensin memerlukan percikan bunga api (spark) melalui busi.

"Jadi kalau mesin menyala, dan kalau ada kabel busi yang sudah luka, bisa saja timbul percikan bunga api dan menyebabkan terbakar," kata Dadi.

Mobil mesin diesel, lanjut Dadi, kemungkinan terbakarnya cukup kecil ketimbang bensin. Sebab, bahan bakar solar tidak mudah menguap dan tidak perlu percikan bunga api.

"Tetapi lebih baik matikan mesin untuk menghindari kesalahan tidak disengaja. Misalnya, sebelum citing dispenser dicabut, pengemudi tiba-tiba menjalankan kendaraan dan lain sebagainya," ujar Dadi.