Ini Akibatnya Kalau Mobil Sering Ganti Merek Oli Mesin

Aditya Maulana - Selasa, 25 Oktober 2016 | 08:45 WIB

(Aditya Maulana - )

Jakarta, Otomania - Merek oli yang beredar di Indonesia cukup banyak. Masing-masing menawarkan keunggulan berbeda, dan saling mengklaim punya kualitas terbaik.

Meski jarang terjadi, namun pasti ada saja pengguna mobil yang sering ganti merek ketika mengganti pelumasnya. Jika seperti itu, apa akibatnya?

Anzar Rosjadi, Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mengatakan, sebenarnya selama API (American Petroleum Institute) dan SAE (kode tingkat kekentalan oli) sama tidak masalah. Hanya, terkadang ada merek yang tidak konsisten menjaga kualitasnya.

"Setiap merek itu punya racikan sendiri, biasanya dari formula aditive yang digunakannya. Kalau olinya beda merek, additive yang tersisa di mesin sebelumnya bisa bercampur dengan merek baru," ujar Anzar kepada Otomania memalui pesan singkat akhir pekan lalu.

Anzar menambahkan, kondisi seperti itu bisa menjadikan reaksi-reaksi additive menjadi netral, bahkan dapat saling menguatkan atau malah sebaliknya.

"Tetapi secara efek mungkin tidak signifikan. Dianjurkan untuk tetap menggunakan merek dan spesifikasi yang sama setiap mengganti oli mesin mobil," kata dia.