Mobil Murah Dilarang Jadi Taksi "Online", Pedagang Mobil Bekas Khawatir

Aditya Maulana - Senin, 10 Oktober 2016 | 16:42 WIB

(Aditya Maulana - )

Jakarta, Otomania - Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan R1 Nomor 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek, menyebutkan mobil dengan kubikasi mesin di bawah 1.300 cc dilarang jadi angkutan sewa berbasis aplikasi.

Salah satunya segmen Low Cost Green Car (LCGC), seperti Datsun Go, Datsun Panca, Toyota Agya, Daihatsu Ayla, Daihatsu Sigra, Toyota Calya, Honda Brio, dan Suzuki Karimun.

Aturan tersebut membuat pedagang mobil bekas di Jakarta khawatir. Sebab, sejak ramai taksi online penjualan mobil murah meningkat. Sebab, banyak pedagang yang membeli untuk dijadikan angkutan sewa berbasis aplikasi di Ibu Kota.

"Penjualan mobil bekas sedang tidak bagus, ditambah ada peraturan itu, jelas memberatkan juga buat kami," ujar Teddy salah satu pedagang mobil bekas di MGK Kemayoran, saat dihubungi Otomania, Senin (10/10/2016).

Menurut dia, setiap bulannya selalu ada konsumen yang beli mobil LCGC untuk dijadikan taksi online. Sebab, harganya memang lebih murah ketimbang Low Multi Purpose Vehicle (LMPV) sekelas Avanza-Xenia.

"Bulan lalu masih banyak yang beli, tetapi memang dalam dua minggu ke belakang ini sudah mulai sepi, mungkin sudah terpengaruh sama kabar itu," kata dia.

Hal senada diungkapkan Firmansyah, pedagang mobil bekas di WTC Mangga Dua, Jakarta Utara. Menurut dia, dalam satu pekan bisa menjual empat sampai lima unit "mobil murah" dari berbagai merek.

"Diantara mereka yang beli, kalau ditanya ada yang mengatakan untuk digunakan sebagai taksi online. Terutama yang Datsun Go+ Panca, karena bisa menampung penumpang lebih banyak ketimbang model lain di segmennya," kata Firmansyah.