Ergonomi BMW R Nine T buat "Riding" Harian

Setyo Adi Nugroho - Rabu, 14 September 2016 | 15:25 WIB

(Setyo Adi Nugroho - )

Jakarta, Otomania – Setelah puas mengamati desain BMW R Nine T dengan seksama, saatnya untuk menjajal sepeda motor ini di jalan raya. Otomania mendapatkan kesempatan beberapa hari untuk merasakan motor ini dalam penggunaan harian.

Berada di atas jok kulit motor ini tidak ada kesulitan berarti bagi rider dengan tinggi 169 cm. R nine T memiliki dimensi panjang 2.220 mm, lebar 890 mm, dan tinggi 1.265 mm. Tinggi joknya 785 mm, membuat kaki rider masih bisa menapak dengan nyaman di aspal.

Posisi duduk di atas motor ini cukup nyaman. Awak redaksi sempat mengira setang pipa seamless yang jadi bawaan motor ini akan memberikan feeling cukup tinggi ala motor turing namun ternyata berbeda.

Posisi berkendara rider sedikit menunduk dengan bahu terbuka lebar, mengikuti ukuran lebar setang. Khas posisi riding motor klasik yang sporty.

Bahasan beralih pada desain tangki aluminium R nineT. Tangki ini didesain cukup ergonomis untuk tempat paha pengendara selama berkendara. BMW cukup memperhitungkan dengan penempatan mesin boxer yang keluar membuat sudut pengendaraan tetap nyaman.

Selama berkendara di jalanan kota Jakarta yang kerap berhadapan dengan kondisi kemacetan, motor ini cukup mudah bermanuver. Tidak ada kesulitan untuk melewati sela-sela kendaraan asalkan dengan lebar yang mencukupi.

Catatan hanya pada desian mesin flat boxer yang mencuat keluar. Rider harus berhati-hati dengan sekeliling sepeda motor agar tidak mengenai mesin. Trotar contohnya yang memiliki tinggi berbeda di tiap badan jalan, harus cukup berhati-hati untuk tidak terlalu dekat ke pinggir.

Bagi rider yang jarang berkendara dengan posisi agak membungkuk, kemungkinan akan merasakan lelah bila menggunakan motor ini. Motor dengan berat total mencapai 200 kg ini juga cukup merepotkan terutama di parkiran yang sempit.

Namun segala kekurangan tersebut dapat dilupakan dengan performa mesin motor ini yang akan dibahas pada artikel selanjutnya. Simak terus di Otomania.